Kab. Bogor

Pengusaha Galian Tambang Rumpin Tak Sabar Menunggu Jembatan Sikeng Selesai Dibangun

Jembatan Sikeng di perbatasan Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Cigudeg sedang dilakukan kegiatan peningkatan dengan pengecoran. Foto diambil Selasa (1/12/2020).

BOGOR-KITA.com, RUMPIN –  Masyarakat tak sabar menunggu penyelesaian peningkatan Jembatan Cidangdeur 3 atau dikenal warga dengan sebutan jembatan Sikeng.

Ketidasabaran itu dinyatakan pengusaha tambang di wilayah Kecamatan Rumpin dan Cigudeg yang sebelumnya selalu mengangkut hasil tambang dengan melintas di jembatan itu.

“Sekarang banyak pemilik usaha angkutan tambang malas terima order. Alasannya karena jarak tempuh perjalanan semakin jauh, sebab harus memutar jauh ke arah Leuwiliang atau ke Parungpanjang,” ungkap Saeful, seorang perwakilan perusahaan tambang kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Proyek peningkatan jembatan Sikeng yang berada di Jalan Janala – Lebakwangi ini, Pemkab Bogor merogoh kocek APBD senilai Rp1,2 miliar lebih.

Proyek ini diharapkan mampu memperlancar pergerakan barang dan jasa. Karena jembatan Sikeng sangat strategis dan menghubungkan 3 wilayah yaitu Kecamatan Rumpin, Cigudeg dan Kecamatan Parungpanjang.

Saking butuhnya, pengusaha tambang merasa pembangunan berjalan terlalu lama dan progres pekerjaannya dinilai lambat.

Saiful mengatakan, saat ini, kalau pun ada perusahaan angkutan tambang yang mau mengangkut barang hasil tambang, umumnya akan meminta ongkos transportasi yang lebih mahal dari biasanya. “Karena biaya operasional yang makin mahal itu, banyak perusahaan tambang di Cigudeg dan Rumpin yang rugi. Banyak pula perusahaan tambang yang mengurangi jam kerja dan jumlah produksinya. Karena omset penjualan hasil tambang berkurang drastis,” cetusnya.

Baca juga  REI: Sengketa KWSC vs Sentul City Karena Belum Ada Payung Hukum Kota Mandiri

Sementara Iyan, penanggung jawab proyek peningkatan Jembatan Sikeng mengatakan, CV. Cipta Bersama sebagai perusahaan penyedia jasa proyek tender, sejak awal sudah bekerja maksimal sesuai SPMK dan spek yang diberikan Dinas PUPR Pemkab Bogor.

“Waktu pekerjaan masih sekitar 40 hari, kami bekerja sesuai SPK dan menggunakan bahan bahan yang sesuai. Kemarin sempat berhenti, karena menunggu besi ukuran 25 yang memang harus berkualitas baik,” paparnya.

Iyan membantah adanya isu tidak benar (hoax) yang berkembang bahwa, pihak perusahaannya meninggalkan pekerjaan proyek jembatan Sikeng dan lambat dalam pengerjaannya.

Dikatakan,  yang terjadi sebenarnya adalah para pekerja menunggu datangnya pengiriman besi sesuai standar untuk pengecoran dan sisa waktu pengerjaan pun masih lama.

“Mungkin ada orang yang merasa terganggu usahanya atau merasa terganggu aktifitasnya karena pembangunan proyek Jembatan Sikeng. Sehingga menyebarkan informasi bohong dan tidak benar,” kata Iyan. [] Fahry

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top