Ilustrasi

Pemprov Jabar Mulai Hidupkan Ekonomi, Fasilitasi UMKM Bikin Masker

BOGOR-KITA.com, KOTA BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mulai bergerak menghidupkan ekonomi yang lumpuh menyusul pandemi covid-19.

Hal pertama yang dilakukan adalah memfasilitasi usaha mokro kecil dan menengah atau UMKM memproduksi masker. Fasilitasi itu termasuk relaksasi kredit, membantu pemasaran, sampai pembelian produk masker terlebih dahulu bagi UMKM yang kekurangan modal.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melibatkan sekitar 200 UMKM, yang tersebar, di 27 kabupaten/kota untuk memproduksi 2 juta masker kain. Masker kain tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat Jabar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar Kusmana Hartadji mengatakan, masker kain dipilih karena ratusan UMKM Jabar mulai memproduksi alat pelindung diri atau APD. Setiap UMKM ditargetkan memproduksi sekitar 10.000 masker kain.

“Pemda Provinsi Jabar menyerap produk-produk masker kain dari UMKM, supaya mereka kembali bergerak. Kita fasilitasi mereka untuk membuat masker kain yang akan kita distribusikan kepada masyarakat,” kata Kusmana di Kota Bandung, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Kusmana, langkah pertama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar adalah menginventariasi UMKM yang memproduksi APD. Ada sekitar 800 UMKM di Jabar membuat APD, mulai dari masker, sarung tangan, dan baju hazmat. Setelah itu, pihaknya menentukan spesifikasi yang mesti dipenuhi UMKM.

Baca juga  Gerindra Duduki Kursi Ketua di 7 DPRD Kabupaten/Kota Jabar

“Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi UMKM, seperti izin usaha,” kata Kusmana Hartadji.

Terkait modal, Kusmana Hartadji mengatakan, bila da yang kekurangan modal di awal produksi atau d tengah produksi, dibayar terlebih dahulu.,  

“Kami bayar sebagian dari total produksi lebih dulu, supaya mereka dapat bergerak,” kata Kusmana Hartadji.

Sementara terkait pasar, Kusmana menyatakan, memanfaatkan platform digital yang dikelola Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar, supaya UMKM dapat menjangkau pasar yang luas.

Saat ini sudah ada 20 persen dari 4,6 juta UMKM di Jabar telah mengakses platform digital dalam melakukan transaksi.

Selain dapat memperluas pasar UMKM di Jabar, platform digital mampu mengurangi risiko penyebaran covid-19. Sebab, transaksi jual-beli tidak dilakukan secara tatap muka. Meski begitu, menurut Kusmana, ada beberapa UMKM terkendala koneksi internet.

“Banyak UMKM yang memanfaatkan penjualan secara digital, seperti sosial media. Peningkatan penghasilan menyentuh 20-30 persen setelah UMKM tersebut memanfaatkan platform digital,” katanya.

Kusmana mengatakan, guna menggerakkan kembali UMKM, pemerintah pusat merelaksasi restrukturisasi kredit, seperti penundaan cicilan dan subsidi pembayaran bunga kredit.

Baca juga  HMI dan HIMASI Gelar Aksi Peringati Hari anti Korupsi

“Perbankan yang berada dinaungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni bank bjb, pun sudah melakukan relaksasi tersebut. Kami juga sedang merintis badan layanan umum atau UPTD untuk menyalurkan dana bergulir untuk UMKM terdampak covid-19 akan kembali berproduksi,” ucapnya dilansir dari Humas Pemprov Jabar. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *