BOGOR-KITA.com - Pembangunan Jalan Tol Bogor, Cianjur dan Sukabumi (Bocimi) masih bersikutat pada pembebasan lahan. Namun belakangan sudah mulai ada kemajuan.  Progresnya sudah cukup bagus, karena 72 hektar lahan di Kota Bogor yang terkena proyek tersebut, 74 persen sudah berhasil dibebaskan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, Pemkot Bogor akan terus membantu pengelola Tol Bocimi untuk pembebasan lahan tersebut, agar bisa dijadwalkan pembangunan fisiknya. “Sesuai hasil rapat di Jakarta, kita ingin melakukan percepatan pembebasan lahan bukan hanya Kota Bogor tapi juga di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Khusus di Kota Bogor sudah memenuhi di sekitar 74 persen yang dibebaskan atau sebanyak 52 hektar,” ujar Ade Sarip Hidayat di Bogor, Minggu (12/10).

Posisi lahan yang belum dibebaskan di wilayah Kota Bogor, menurut Ade Sarif, berada di Harjasari dan Sindangsari. “Tinggal masalah harga saja, belum nyambung dengan warga,” terang dia.

Masih kata dia, mungkin pemerintah pusat bisa lebih cepat melakukan pembangunan fisik namun belum ada jadwal pastinya. “Kemarin saya mengusulkan supaya ada gerakan fisik sekaligus lahan yang dibebaskan itu dilakukan.  Kepastian dibongkar bangunan yang sudah dibebaskan dulu sehingga ada motivasi bahwa pembangunan fisik itu bisa dilakukan dan segera dipercepat,” tukas Ade.[] Harian PAKAR/Admin

Pembebasan Lahan untuk Tol Bocimi Terus Bertambah

BOGOR-KITA.com – Pembangunan Jalan Tol Bogor, Cianjur dan Sukabumi (Bocimi) masih bersikutat pada pembebasan lahan. Namun belakangan sudah mulai ada kemajuan.  Progresnya sudah cukup bagus, karena 72 hektar lahan di Kota Bogor yang terkena proyek tersebut, 74 persen sudah berhasil dibebaskan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, Pemkot Bogor akan terus membantu pengelola Tol Bocimi untuk pembebasan lahan tersebut, agar bisa dijadwalkan pembangunan fisiknya. “Sesuai hasil rapat di Jakarta, kita ingin melakukan percepatan pembebasan lahan bukan hanya Kota Bogor tapi juga di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Khusus di Kota Bogor sudah memenuhi di sekitar 74 persen yang dibebaskan atau sebanyak 52 hektar,” ujar Ade Sarip Hidayat di Bogor, Minggu (12/10).

Posisi lahan yang belum dibebaskan di wilayah Kota Bogor, menurut Ade Sarif, berada di Harjasari dan Sindangsari. “Tinggal masalah harga saja, belum nyambung dengan warga,” terang dia.

Masih kata dia, mungkin pemerintah pusat bisa lebih cepat melakukan pembangunan fisik namun belum ada jadwal pastinya. “Kemarin saya mengusulkan supaya ada gerakan fisik sekaligus lahan yang dibebaskan itu dilakukan.  Kepastian dibongkar bangunan yang sudah dibebaskan dulu sehingga ada motivasi bahwa pembangunan fisik itu bisa dilakukan dan segera dipercepat,” tukas Ade.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *