Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim

New Normal Kota Bogor, Tunggu Sampai Tanggal 4 Juni

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Angka reproduksi efektif atau Rt atau Ro atau reproduksi dasar atau tingkat penularan corona di Kota Bogor lebih kecil dari 1, atau Rt<1, persisnya 0,74.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memilih memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sampai 4 Juni 2020, ketimbang menerapkan tatanan normal baru atau new normal.

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim kepada BOGOR-KITA.com, Rabu (27/5/2020) mengatakan, pihaknya menungu sampai tanggal 4 juni mendatang.

Tatanan normal baru diluncurkan Presiden Jokowi, Selasa (26/5/2020) dengan melakukan peninjauan kepastian kesiapan protokol kesehatan di Kota Bekasi dan Jakarta. Presiden mengatatakan akan memulai tatanan normal baru di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota, mulai tanggal 4 Juni mendatang. Dalam penerapannya, pemerintah menerjunkan TNI dan Polri untuk mengawal penerapan tatanan normal baru.

Presiden Jokowi mengatakan situasi normal baru akan diterapkan di daerah yang tingkat Ro atau tingkat penularan sudah di bawah 1. Dikatakan, Ro merupakan indikator tingkat penularan. Ro di bawah 1, indikator penularan melambat atau cenderung dapat dikendalikan.

Baca juga  Angka Reproduksi Efektif di Bodebek Sampai 29 Juni, Hanya Kota Depok di Atas 1

Sebelumnya, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dalam konferensi pers virtual bersama WHO Representative to Indonesia Dr. N. Paranietharan, di Jakarta, Kamis (21/5/2020), mengatakan, tiga syarat utama menuju situasi normal baru.

Pertama, dan menjadi syarat mutlak adalah epidemiologi, yaitu angka reproduksi efektif atau Rt<1 atau di bawah 1 selama dua minggu berturut-turut.

Kedua, kapasitas sistem pelayanan kesehatan yang mensyaratkan kapasitas maksimal tempat tidur rumah sakit dan instalasi gawat darurat untuk perawatan Covid-19 lebih besar dari jumlah kasus baru yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Ketiga surveilans, yakni kapasitas tes swab yang cukup.  

Tingkat penularan atau Ro Kota Bogor sudah di bawah 1 atau Ro<1, sehingga sudah memenuhi syarat utama menerapkan tatanan new normal.

Namun, Kota Bogor memilih memperpanjang PSBB sampai tanggal 4 Juni 2020 mendatang.

“Kita berharap sampai dengan tanggal 4 Juni 2020, jangan ada pertambahan covid positif. Apabila kita bisa mempertahahankan, maka kita baru bisa mengimplementasikan tatanan new normal,” kata Dedie. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *