MUI Kota Bogor Gelar Pendidikan Kader Ulama

MUI Kota Bogor Gelar Pendidikan Kader Ulama

BOGOR-KITA.com – Sehari menjelang pergantian tahun 2015, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor menggelar pengajian akhir tahun yang dirangkai dengan kaderisasi para calon ulama. Kegiatan digelar di Gedung Sekretariat MUI Kota Bogor, Baranangsiang Kota Bogor, Rabu (30/12/2015). PKU yang mengusung tema Mencetak Ulama Pewaris Nabi, secara resmi dibuka Walikota Bogor Bima Arya. Pelatihan diikuti 50 orang peserta asal Kota Bogor dari target 100 orang yang diundang.

Diawal, Ketua MUI Kota Bogor KH Adam Ibrahim mengajak yang hadir untuk banyak bersyukur dan jangan sampai kufur menjelang pergantian akhir tahun. “Kita juga harus senantiasa berdzikir dan terus berpikir jika perlu kita bersujud syukur. Tahun depan akan banyak tantangan yang sudah menanti, sebagai ulama kami harus mampu memberi nasehat khususnya bagi kaum muslim. Saat ini banyak permasalahan yang dihadapi umat islam, seperti jumlah ulamanya mulai berkurang. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, MUI Kota Bogor kembali menggelar Pendidikan Kader Ulama (PKU) kedua kalinya,” kata KH Adam Ibrahim.

Baca juga  Kota Bogor Zona Oranye, Bima: Kita Gak Kendor!

Sementara Walikota Bogor Bima Arya yang datang dengan mengenakan pakaian khas sunda mengapresiasi dan mensyukuri kebersamaan yang ada di Kota Bogor. “Kebersamaan Kota Bogor sedang diuji dengan munculnya permasalahan dan persoalan yang ingin memecah belah. Saya merasa sedih dan miris saat Kota Bogor mendapat stigma kota yang intoleransi. Bagi Kota Bogor ini merupakan hal yang serius karena akan menimbulkan dampak yang serius. Kota Bogor adalah Kota Bogor, kita bangga dengan kebersamaan yang sudah terjalin sejak lama,” kata Bima yang memberikan arahan bagi para peserta.Bima juga menambahkan, niat baik dapat dimanifestasikan melalui kegiatan-kegiatan yang baik dan positif. “Semoga ditahun depan kita memiliki ikatan silaturahmi yang lebih kuat,” ujarnya.

Terkait pendidikan kaderisasi yang digelar MUI Kota Bogor, besar harapan Bima agar pesan yang disampaikan dapat sampai juga ke masyarakat. “Selaku walikota saya harus mampu menyeimbangkan pembangunan fisik dan non fisik, menyeimbangkan keinginan dan kemampuan. Pembangunan taman-taman tidak hanya untuk mempercantik dan memperindah, namun juga dapat dijadikan wadah bagi ruang oksigen,” paparnya. Menurut Bima, taman adalah ruang terbuka hijau tempat berinteraksi bagi keluarga untuk memaksimalkan waktu berkualitas. “Dengan banyaknya waktu yang berkualitas akan mampu membentuk keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah,” cetus Bima didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, H. Ansurullah.

Baca juga  Angka Pengangguran di Kota Bogor Alami Penurunan

Turut hadir dalam pengajian Ketua Baznas Kota Bogor H.Chotib Malik. Diakhir acara semua yang hadir mendengarkan tausyiah yang disampaikan Kyai Prof. DR.H. Yusmar, Kepala Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama pada MUI Pusat. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *