Ilustrasi

Mudik Terbukti Picu Penularan Covid-19 di 6 Daerah di Jabar

BOGOR-KITA.com, BANDUNG – Mudik telah terbukti memicu penularan covid-19 di enam daerah di Jawa Barat, meliputi Kabupaten Kuningan, Karawang, Ciamis, Cianjur, Sumedang, dan Kota Sukabumi.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Siska Gerfianti, di Kota Bandung, Sabtu (9/5/2020), dipublikasi Humas Pemprov Jabar, Minggu (10/5/2020).

Siska mengatakan, salah satu faktor penyebab peningkatan kasus di enam daerah tersebut adalah mudik. 

“Peningkatan kasus terjadi seperti di Kuningan, karena arus mudik sebulan lalu. Di Kuningan juga sudah ada hampir sebelas klaster, klaster kecamatan. Jadi, ada kenaikan kasus di sebelas kecamatan dan itu sedang dipantau oleh Dinkes Kabupaten Kuningan,” katanya. 

Oleh sebab itu, imbuh Siska, rapid test juga akan difokuskan di daerah-daerah yang menunjukkan peningkatkan kasus COVID-19 ini. Hasil rapid test di enam daerah tersebut akan ditindaklanjuti dengan tes swab.

Menurut Siska, tes swab dan peta persebaran COVID-19 di Jabar amat krusial dalam memutus mata rantai penularan. Jika peta yang didapatkan komprehensif, maka keputusan yang diambil Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar akan tepat. 

Oleh karena itu, Siska mengajak masyarakat yang berstatus ODP, PDP, dan sudah terdaftar untuk melakukan tes swab di daerahnya masing-masing. 

“Ini penting sekali untuk kita periksa karena dengan begitu bapak ibu sekalian akan membantu kami memetakan kasus di Jawa Barat, sehingga kita bisa tahu apa keputusan yang akan kita ambil nanti. Good data, good decision. No data, no decision,” ucap Siska. 

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip, mengatakan, pihaknya sudah melakukan tes swab kepada mereka yang terindikasi COVID-19 yang diketahui dari hasil rapid test sebelumnya. Selain itu, warga berstatus ODP, PDP, dan pemuka agama menjadi atensi Dinkes Kota Bandung dalam tes swab. 

“Pelaksanaan swab sudah kali kelima dilaksanakan di Kota Bandung. Jadi, setiap minggu (Sabtu dan Minggu), seluruh hasil tracing teman-teman di puskesmas dilakukan tes swab. Saat hasil rapid test-nya positif, kemudian kita lakukan swab,” kata Rosye. 

Dinkes Kota Bandung melibatkan 80 Puskesmas untuk melakukan rapid test dan tracing. Warga yang terindikasi positif COVID-19 dicatat dan diwajibkan untuk ikut tes swab. Pun demikian dengan orang-orang yang berhubungan dengan mereka yang terindikasi positif COVID-19. 

“Oleh kami juga dihubungi karena ada kontaknya. Kita telpon satu-satu dan juga oleh Puskesmas dipantau. Karena kalau puskesmas, kalau enggak datang, bisa ditarik untuk ikut tes,” ucap Rosye. 

Rosye mengatakan, Dinkes Kota Bandung sudah melakukan tes swab kepada 300 orang. Saat ini, Dinkes Kota Bandung mendapatkan sekitar 1.400 alat tes swab dari provinsi yang akan dihabiskan selama PSBB tingkat provinsi berlangsung. 

Dengan tes swab yang masif, Rosye berharap peta persebaran COVID-19 di Kota Bandung semakin komprehensif. Sehingga, mata rantai penyebaran COVID-19 dapat diputus.

“Harapannya segera kita bisa banyak melacak temuan kasus sesegera mungkin untuk memutus mata rantai penularan,” katanya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *