Alwi seorang peternak pembesaran ikan lele yang berhasil meraup keuntungan jutaan rupiah setiap bulan, dengan dengan memanfaatkan halaman belakang rumah. Saat ini dirinya kewalahan memenuhi permintaan pembeli dan membutuhkan mitra investor.

Mengintip Kiat Sukses Usaha Ternak Bibit Lele dengan Media Bioflok

BOGOR-KITA.com, TAJURHALANG – Usaha pembesaran bibit ikan lele ternyata bisa dilakukan di ruang sempit dengan menggunakan media kolam sesuai lahan yang dimiliki, seperti halaman atau pekarangan rumah. Jika teliti dan telaten dalam melakukannya, maka usaha ini pun bisa memberikan penghasilan yang lumayan besar.

Seperti dituturkan oleh Alwi (33) warga Kp. Tonjong RT 1 RW 9 Desa Tonjong Kecamatan Tajurhalang yang berhasil membuat usaha pembesaran bibit ikan lele dengan memanfaatkan lahan di bagian belakang rumahnya. “Lahan yang ada saya buat kolam dengan media terpal plastik berbentuk lingkaran (Bioflok,red). Saat ini ada 30 kolam dan semua saya isi bibit ikan lele. Jumlahnya ratusan ribu ekor,” papar Alwi saat ditemui awak media, Sabtu (25/1/2020).

Sarjana Pendidikan alumnus Fakultas Pendidikan Luar Sekolah UIKA tahun 2011 ini menuturkan, dari usaha tersebut dirinya berhasil meraup keuntungan bersih jutaan rupiah setiap kali panen. Dia menjelaskan, masa panen berlangsung 2 sampai 3 kali dalam sebulan. “Jadi pemeliharaan dan pembesaran hanya dilakukan selama satu pekan. Bibit ikan lele yang ditanam ukuran 4 – 5 sentimeter dan dipanen saat ukuran 8 – 9 sentimeter,”¬† ujarnya.

Alwi menjelaskan, mendatangkan dan membeli bibit ikan lele hasil pembiakan normal (alami) dari para petani yang sudah dipercayanya di daerah Bogor. Menurutnya, agar tidak ada resiko gagal saat pembesaran, maka diperlukan bibit ikan lele yang berkualitas. Teknik pemeliharaan dan pemberian pakan pun harus telaten dan ada caranya tersendiri (khusus). “Saya memberikan pakan dengan terukur ditambah suplemen vitamin alami yang dibuat sendiri. Jadi non pabrikan,” papar bapak dua anak ini.

Alwi memaparkan, usaha pembesaran bibit ikan lele sudah dijalaninya hampir 6 tahun. Saat ditanya soal kendala usaha, dia mengatakan secara umum tidak ada. “Hanya harga pakan saja yang memang masih sangat mahal. Karena memang tidak ada subsidi dari pemerintah,” ujarnya. Selain itu, sambungnya, saat ini dirinya kekurangan modal untuk pengembangan usahanya karena kewalahan memenuhi permintaan pasar (pembeli). “Pesanan bibit ikan lele sangat banyak, saya tidak mampu memenuhi kuota. Maklum modal terbatas, sedangkan perlu lahan lebih luas dan media kolam lebih banyak. Jadi butuh mitra pemodal (investor),” pungkasnya. [] Admin¬†



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *