Kab. Bogor

Membaca Akrobat Politik Gerindra di Pilkada Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Partai Gerindra terus melakukan ‘akrobat politik’. Terakhir, tiga tokoh Gerindra yakni  Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra Rudy Susmanto melakukan pertemuan pada Sabtu, 6 Juli 2024.

Apa makna dari pertemuan ini?

Pengamat politik Yusfitriadi memberikan analisisnya. Selengkapnya sebagai berikut.

Menarik akrobat politik yang sedang ditampilkan Partai Gerindra Kabupaten bogor. Bagaimana tidak, di tengah banyak kekuatan politik sedang menunggu kepastian partai Gerindra dalam memutuskan siapa yang akan diusung partai Gerindra untuk pilkada Kabupaten Bogor dan informasi friksi di internal partai, akhir-akhir ini partai Gerindra Kabupaten Bogor selalu mempertontonkan pesan soliditas.

Saya melihatnya pada empat hal.

Baca juga  Rekrutmen Anggota PPK Dipertanyakan, Ini Respons KPU Kabupaten Bogor

Pertama, bentuk kegamangan. Di sisi lain partai Gerindra Kabupaten Bogor merupakan partai pemenang pemilu 2024 dan sudah dipastikan orientasinya harus memenangkan pilkada 2024. Namun pada sisi yang lain ada matahari kembar yang bagi saya mempunyai orientasi yang berbeda.

Iwan Setiawan jika direkomendasikan “harga mati” harus calon bupati, karena peraturan tidak membolehkan menjadi calon wakil bupati. Namun berbeda dengan Rudi Susmanto yang mempunyai potensi opsional baik calon bupati maupun calon wakil bupati.

Kedua, “tampak muka” menampilkan soliditas. Apakah Fadli Zon dalam konteks pilkada 2024 mewakili kebijakan DPP Partai Gerindra. Saya pikir tidak juga, karena sama-sama kita ketahui posisioning Fadli Zon saat ini di partai Gerindra sudah mulai “redup”. Hanya sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Kabupaten Bogor.

Baca juga  Dewan Desak PUPR Perbaiki Drainase di Seputaran Stadion Pakansari 

Saya tidak yakin DPP Partai Gerindra memberikan tugas kepada Fadli Zon untuk mengurus masalah pilkada Kabupaten Bogor. Dan kita tahu bahwa Fadli Zon sejak awal menghendaki Iwan Setiawan yang direkomendasikan oleh DPP Partai Gerindra untuk maju di pilkada Kabupaten Bogor. Sehingga dalam berbagai momemtum yang menampilkan akrobat soliditas di internal partai Gerindra, Rudy memposisikan sebagai yunior Iwan dan Fadli Zon, yang terkesan ikut saja. Karena bagi Rudy pada akhirnya rekomendasi ada di DPP Partai Gerindra.

Ketiga, pesan untuk DPP Partai Gerindra. Akrobat-akrobat soliditas yang ditampilkan oleh partai Gerindra kabupaten Bogor salah satu dampak yang diharapkan adalah menyampaikan pesan kepada elit DPP Partai Gerindra yang mempunyai kewenangan untuk merekomendasikan siapa yang maju di pilkada.

Baca juga  Kali Ini Ryzen asal Bogor Sumbang Emas SEA Games

Pesan yang ingin disampaikan adalah, partai Gerindra di Kabupaten Bogor solid dan tidak ada friksi apapun menjelang pilkada, sehingga siapapun yang akan direkomendasikan baik Iwan maupun Rudy tidak ada masalah.

Hal ini juga akan berdampak pada posioning kelembagaan partai Gerindra di Kabupaten Bogor, bukan orang per orang dalam urusan pilkada.

Keempat, posisioning Fadli Zon. Akrobat ini akan menjadi “jualan” Fadli Zon ke elit DPP Partai Gerindra, bahwa dirinya sudah menjembatani kedua matahari kembar tersebut. Sehingga bisa menyampaikan pesan siapapun yang direkomendasikan tidak ada masalah, dan sangat memungkinkan akan lebih menekankan Iwan Setiawan untuk direkomendasikan. Karena relasi Fadli Zon dengan Iwan yang sangat dekat.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top