Mayat Mengambang di Sungai Ciliwung, Satu Lagi Terlentang di Kebun Singkong

Mayat tanpa identitas

BOGOR-KITA.com – Sesosok jasad tak bernyawa ditemukan mengambang di aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di Kampung Leuwimalang, RT 06/RW 02, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Senin (22/12).

Jasad berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan dua orang warga bernama Sobur dan Asik, saat melintas di bantaran sungai tersebut pada pukul 08.00 WIB. Keduanya mengaku, tanpa sadar pandangan mereka melihat sesosok tubuh di tengah tumpukan sampah yang ada di sungai tersebut.

Merasa ada yang janggal, mereka mendekati lokasi dan kaget saat yang dilihatnya dalah sesosok tubuh manusia yang sudah tak bernyawa. Tak mau ambil risiko, keduanya langsung melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Megamendung.

Kapolsek Megamendung, Komisaris Polisi (Kompol) Asikin yang datang ke lokasi mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugasnya, mayat laki-laki itu, diketahui berumur 35 tahun, kulit sawo matang, tinggi 165 centi meter, rambut pendek ikal.

Kapolsek belum bisa memastikan penyebab kematian korban, karena hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman dengan memintai keterangan sejumlah warga.

“Kita masih memintai sejumlah keterangan dari para saksi apakah ada yang mengenali korban atau tidak. Mayat misterius itu, langsung dikirim ke RS Kramat Jati untuk diotopsi," kata Kapolsek.

Penemuan mayat tanpa identitas juga ditemukan di kebun singkong yang ada di Kampung Kebon Kopi, RT 4/RW 7, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan terlentang dengan  tangan dan kaki berlumur darah. Diduga korban meninggal karena terbunuh akibat perkelahian hebat.

Korban ditemukan oleh Rahman (50), seorang petani singkong pukul 09.00 WIB. Rahman merasa curiga karena sejumlah tanaman singkong di kebunnya terlihat rusak tak beraturan hingga membuatnya penasaran untuk mencari tahu. Ia langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Gunung Sindur dibantu Bhabinkamtibmas.

Kapolsek Gunung Sindur Kompol Agus Suyandi mengatakan, kondisi mayat sangat mengenaskan, leher tergorok nayris putus, korban saat ditemukan menggunakan celan Jeans dan kaos berwarna hitam kecoklatan. Korban juga menggunakan semacam gelang tangan. Dari TKP Polisi mengamankan beberapa barang bukti di antaranya, sepasang sandal jepit, gantungan kalung dari karet dan satu botol minuman keras jenis vodka yang masih utuh dan tersegel.

Korban sendiri berambut hitam ikal dengan gaya tampilan mirip anak punk. “Semua barang bukti kami amankan guna kepentingan penyelidikan,” ujar kompol Agus Suyandi

Dugaan sementara, kata Kapolsek, korban mati karena dibunuh akibat perkelahian. Dugaan itu dikuatkan karena banyak luka di tubuh korban, “Dari hasil olah TKP Tim Reskrim Polsek Gunung Sindur, ditemukan 3 titik lokasi kejadian perkelahian sampai akhirnya korban meninggal. Untuk sementara mayat akan dibawa ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati. Jakarta Timur untuk kepentingan otopsi,” tandanya. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *