Kab. Bogor

Langka! Ridwan Kamil Datang, Truk Tambang Mendadak Hilang

Jalan utama di wilayah Kecamatan Parungpanjang terlihat lengang.

BOGOR-KITA.com, PARUNGPANJANG – Tak seperti biasa, Kondisi jalan raya Muhammad Toha di Parungpanjang, tiba – tiba mendadak sepi dari lalu lalang truk angkutan tambang yang selalu beroperasi di pagi dan siang hari.

Hal inipun menjadi pemandangan langka yang jarang terjadi di wilayah ini. Karena biasanya jalan provinsi itu ramai dengan lalu lalang kendaraan umum warga yang harus ‘bersaing’ dengan truk tambang.

“Iya dari pagi sudah sepi. Kabarnya sih ada Pak Gubernur kesini. Mungkin jadi pada takut dan nggak beroperasi,” ucap Iwan, seorang warga, Senin (29/5/2023).

Kondisi jalan yang sepi dari lalu lalang di jalan utama Kecamatan Parungpanjang itu juga diungkapkan Halim Hutabarat. Ia mengaku pagi hari sempat berangkat keluar Parungpanjang dan pulang lagi di waktu siang harinya.

Baca juga  Mantan Kapolres Menolak, Tiga Calon Pj Bupati Bogor Bakal Diusulkan ke Mendagri

“Iya jalanan sepi dari pagi hingga siang hari dan tidak ada tuh truk tronton lewat. Tapi pas pulang tadi sih, saya lihat di jembatan perbatasan sudah banyak truk tronton yang antre untuk masuk ke wilayah Parungpanjang,” ungkapnya.

Sementara menanggapi kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke wilayah Cigudeg Kabupaten Bogor untuk meninjau persiapan jalan tambang, Ketua AGJT Junaedi Adi Putra mengaku jika hal itu menjadi sebuah harapan baik.

Namun menurutnya, ada beberapa hal penting yang perlu disampaikan bahwa Gubernur RK belum memahami problem utama masyarakat di wilayah Cigudeg, Parungpanjang, Gunungsindur serta Rumpin yang terdampak akibat aktivitas truk tambang dengan muatan berlebih.

Baca juga  Ini Daftar 74 Pejabat Dilantik Bupati Bogor Iwan Setiawan

Menurutnya, seharusnya Gubernur bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait adanya berbagai dampak negatif yang timbul dan menjadi permasalahan kompleks di tengah masyarakat, seperti kerusakan infrastruktur dan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, praktek pungli dan pelibatan anak – anak di bawah umur sebagai sopir kendaraan truk tambang.

“Pembangunan jalur khusus tambang itu memang solusi. Tapi harus disiapkan pula aturan yang bisa melindungi warga masyarakat dari masalah mobilitas truk tambang. Diantaranya, penegakan jam pembatasan operasional truk tambang, pembuatan portal, penambahan petugas di lapangan dan pemberantasan pungli di jalan. Hal – hal ini kemudian yang tidak disampaikan ke atas sehingga akar masalah tidak terselesaikan,” pungkas Junaedi. [] Fahry

Baca juga  Truk Tambang Kembali Wara Wiri Di Siang Hari
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top