Kurangi Resiko Dampak PTM, Bima Minta Kampanyekan GERMAS

Kurangi Resiko Dampak PTM, Bima Minta Kampanyekan GERMAS

BOGOR-KITA.com – Saat memimpin briefing staff, Selasa (11/7/2017) di ruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk senantiasa menjaga kesehatannya, salah satunya dengan cara mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Hal ini tidak terlepas dari tren penyebab kematian secara mendadak atau kematian yang disebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM).

“Menurut saya hal ini sangat serius karena dapat terjadi kepada semua. Seperti yang belum lama ini menimpa salah satu rekan kita yakni Lurah Kedung Badak dan Kepala SMA Negeri 1 Kota Bogor yang meninggal dunia secara mendadak. Ini menjadi catatan kita semua, kedepan saya mengingatkan semua untuk mengkampanyekan GERMAS,” kata Bima.

Sebelum ramadhan Bima mengaku sempat menargetkan Gerakan Ayo Bergerak melalui senam kesegaran bagi semua siswa sekolah di Kota Bogor. Khusus bagi para pegawai di Lingkungan Pemkot Bogor, ia mengusulkan agar dilaksanakan senam atau olahraga seminggu sekali di Taman Sempur dan meminta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor untuk memprogramkannya setiap seminggu sekali, tepatnya setiap hari Jumat.

Hal ini menurut Bima untuk mengurangi tren kematian yang disebabkan PTM akibat kurangnya aktivitas fisik (olahraga), selain itu kurang mengkonsumsi buah dan sayur dan kebiasan merokok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah dalam pemaparannya menyebut saat ini ancaman kematian tidak hanya disebabkan Penyakit Menular (PM), tetapi ditambah Gizi Buruk dan Penyakit Tidak Menular (PTM) atau lazim disebut Triple Burden disease.

“Sebenarnya PTM sangat mudah untuk dicegah. Kebetulan Kota Bogor sendiri menjadi pilot project untuk PTM, untuk deteksi dininya adalah melalui cek tinggi dan berat badan, cek kolesterol dan cek gula darah. Untuk langkah pencegahannya adalah merubah gaya hidup, harus memperbaiki dan beralih kepada gaya hidup sehat, khususnya bagi para lansia dan para perokok,” ujar Rubaeah.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Dinkes Kota Bogor bekerjasama dengan Puslitbang Kesehatan beberapa waktu lalu di 5 kelurahan diantaranya, Puskesmas Merdeka, Kelurahan Kebon Kelapa, Kelurahan Sindang Sari, Kelurahan Panaragan, Kelurahan Ciwaringin dan Kelurahan Babakan Pasar menghasilkan beberapa kasus Sindrom Metabolik, 3 : 1.000.

“Kolesterol tinggi dan gula darah tinggi, dua hal itu sudah termasuk penyebabnya. Apalagi jika ada riwayat hipertensi dan berat badan, itu semakin menambah. Pantauan selalu kami lakukan bagi Pegawai negeri Sipil (PNS) yang ada di Kota Bogor, disisi lain bagi yang masuk dalam resiko tinggi anjuran dan saran kami agar dilaksanakan. Untuk yang sudah kronis, saran kami minumlah obat secara teratur disamping merubah gaya hidup yang lebih sehat. Jika ada riwayat keluarga yang memiliki hipertensi atau penyakit jantung, ada kemungkinan 5 persen menurun ke kita,” sebut Rubaeah. []Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *