Kadinkes Kota Bogor Kecewa PMI dan RSUD Tolak Pasien

Pasien Terlantar

BOGOR-KITA.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, mengaku prihatin dan kecewa dengan tindakan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang menolak merawat pasien pemilik kartu BPJS.

“Berdasarkan aturan, rumah sakit berkewajiban mencari rumah sakit rujukan apabila memang tidak bisa merawat pasien yang datang. Artinya, pasien harus tetap ditangani. Kami akan memberi teguran keras terhadap rumah sakit yang menolak ataupun menelantarkan pasien dengan alasan apapun,” tegas Rubaeah di Bogor, Selasa (14/10).

Ketika pasien datang ke ruang UGD, kata Rubaeah, dokter yang ada di sana harus menanganinya dengan memeriksa kondisi tubuhnya, seperti fungsi jantung, paru-paru, gula darah, tensi dan lainnya untuk memulihkan kesehatannya.=RIF/YUL

Penolakan oleh rumah sakit itu dialami oleh warga Kota Bogor, bernama Rukminto, beralamat di Kedung Halang RT06/08, Kecamatan Bogor Utara. Penderita diabetes ini ditolak oleh sejumlah rumah sakit. Zakiyah anak Rukminto mengungkapkan, awalnya keluarganya membawa ayahnya ke Puskesmas Warung Jambu, Senin (13/10) sekitar pukul 07:00 WIB. Puskesmas Warung Jambu mengarahkan agar dibawa ke Puskesmas Cimahpar. Puskesmas Cimahpar kemudian merujuk ke RS PMI. Sesampai di RS PMI, seorang suster menolak pasien diturunkan dari mobil. “Suster di RS PMI meminta ayah saya tetap di dalam mobil sambil membentak. Suster itu mempertanyakan kenapa tidak menelepon sebelumnya. Untung ada satpam yang membantu membawa ayah saya yang sudah lemas ke dalam ruang UGD,” katanya.

Setelah menunggu beberapa lama, pihak RS. PMI mengatakan, ruang isolasi penuh, dan langsung menyuruh kami mencari rumah sakit lain. Dalam kondisi yang kian lemah, pasien dibawa ke RS FMC, yang juga menolak dengan alasan sama, ruang isolasi penuh. Keluarga membawa pasien ke RSUD Kota Bogor, Jalan Semeru. Hasilnya sama, juga ditolak dengan alasan sama. “Beruntung masih ada rumah sakit yang mau menolong ayah saya, yakni RS Terpadu Dompet Dhuafa,” kata Zakiyah seraya mengisahkan ketegaan rumah sakit menolak pasien.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *