Kota Bogor

Jurus Ampuh DLH Kota Bogor Kurangi Sampah Organik dengan Budidaya Maggot

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mempunyai jurus ampuh mengurangi sampah organik yakni dengan budidaya maggot.

Maggot merupakan larva dari lalat jenis black soldier fly yang kekinian banyak dimanfaatkan untuk pakan ikan alternatif.

Kadis LH Kota Bogor Denni Wismanto pun mengajak seluruh karyawan untuk memilah sampah organik di rumah mereka dan membawanya ke kantor.

Sampah organik tersebut nantinya akan dijadikan pakan maggot di TPS3R Paledang.

“Kita berharap nanti sampah organik yang dihasilkan oleh karyawan DLH dibawa ke sini, kita juga tidak hanya mengimbau tapi sudah secara aktif melakukan pemilahan sampah dan meminimalisir sampah,” ujar Denni kepada wartawan di kantornya, Selasa (21/7/2020).

Baca juga  DLH Kota Bogor Dorong Kelurahan Manfaatkan Belatung Maggot Olah Sampah Organik

Denni menjelaskan imbauan karyawan membawa sampah organik ke kantor sudah dimulai hari Senin (20/7/2020) kemarin, tapi belum dilakukan oleh semua karyawan, masih bertahap.

Selanjutnya, kata Denni, sampah organik milik karyawan tersebut disimpan ke ember yang sudah disediakan.

“Kalau itu bisa dilakukan, karyawan di sini ada 500 orang, jadi bisa 500 ember setiap hari atau jika 500 orang 1kg bisa 500 kg sampah yang bisa diolah di sini,” jelasnya.

Ia berharap di setiap wilayah ada pengolahan-pengolahan sampah dengan budidaya maggot semacam ini, sehingga sampah organik yang dihasilkan oleh lingkungan sekitar bisa diolah lagi dan bisa memberikan manfaat bagi warga.

“Kalau sampah plastik sudah jelas ke bank sampah namun untuk sampah organiknya bisa dioptimalkan menjadi pakan maggot,” katanya.

Baca juga  Budidaya Maggot di Sukasari Meningkat, Peternak Kebingungan Memasarkan

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor Dimas Tiko melihat potensi budidaya maggot sebagai strategi pengurangan sampah organik.

“Salah satu teknologi ataupun strategi sampah organik bukan hanya melalui pengolahan sampah menjadi pupuk, tetapi ada juga dengan budidaya magot,” kata Dimas.

Ke depan, lanjut Dimas budidaya magot ini bisa dikembangkan di skala RT, sebab budidaya maggot ini bisa menggunakan media yang sederhana dan yang paling penting lagi bisa mengurangi sampah.

“Insya Allah ini akan dilaksanakan, kita inisiasi semangatnya karena kita berikan salah satu nilai positif dan dimulai dari kita pengurangan sampah itu bisa dimulai,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top