Para perajin usaha pembuatan dodol cina dan kue keranjang yang berada di Kampung Sukawarna RT 01 RW 06 Desa Tamansari Kecamatan Rumpin mulai sibuk memproduksi penganan khas tersebut jelang datangnya tahun baru Imlek yang akan berlangsung pada tanggal 25 Januari 2020 mendatang.

Jelang Imlek, Perajin Dodol Cina Dan Kue Keranjang “Geber” Produksi

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Para perajin usaha pembuatan dodol cina dan kue keranjang yang berada di Kampung Sukawarna RT 01 RW 06 Desa Tamansari Kecamatan Rumpin mulai sibuk memproduksi penganan khas jelang datangnya tahun baru Imlek yang akan berlangsung pada tanggal 25 Januari 2020 mendatang.

Erni Suwardi ( 50) seorang perajin dodol cina dan kue keranjang di kampung tersebut mengungkapkan, dirinya sudah sejak dua pekan terakhir terus memproduksi kedua jenis makanan tersebut. “Produksi yang kami lakukan sudah mencapai 1 ton setengah kue keranjang atau dodol cina. Karena memang sudah banyak yang datang dan memesan untuk persiapan tahun baru Imlek,” ujar Erni sapaannya saat ditemui wartawan, Minggu (19/1/2020).

Dia mengungkapkan, meningkatnya jumlah pesanan dodol cina dan kue keranjang memang sudah biasa terjadi saat menjelang tahun baru Imlek. Seperti di tahun 2019 lalu, dirinya mengaku membuat hampir 2 ton kue tersebut. “Ini sudah menjadi tradisi menjelang Imlek. Namun dibandingkan tahun lalu, untuk tahun 2020 ini memang agak menurun jumlah pesanan,” katanya.

Baca juga  Sengketa Air Sentul City, Ombudsman Beri Waktu 30 Hari untuk Bupati Bogor

Masih kata Erni, produksinya tersebut biasanya dipesan oleh para pembeli dari wilayah Jabodetabek. Sedangkan untuk harga jual pada tahun ini, seharga 35.000 Rupiah perkilogram. Dirinya juga mengakui tahun ini ada peningkatan harga karena disesuaikan dengan naiknya harga bahan – bahan kue tersebut.

Menurutnya, usaha kerajinan membuat dodol cina dan kue keranjang memang usaha turun temurun keluarganya sejak tahun 1980. “Kami selalu melakukan peningkatan produksi, setiap satu bulan sebelum Imlek. Tradisi ini diwariskan oleh leluhur kami secara turun temurun,” pungkasnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *