Kota Bogor

Jadi Tuan Rumah Kota Pusaka, Pemkot Bogor Bakal Tata Kawasan Batutulis

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah bersama Kepala Disbudpar Kota Bogor Atep Budiman serta Camat Bogor Selatan Hidayatullah meninjau lokasi situs Batutulis di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (21/4/2021).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk mematangkan rencana penataan dan revitalisasi kawasan Situs Batutulis.

Syarifah Sofiah mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada Selasa (20/4/2021) lalu. Dalam rapat itu disebutkan tahun ini Kota Bogor akan menjadi tuan rumah dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Menurutnya, saat menjadi tuan rumah, harus bisa tunjukkan kota pusaka itu potensi yang bisa dilihat apa saja selain Istana Bogor dan lain-lain.

Baca juga  Kabupaten Bogor Matangkan Raperbup Penerapan PSBB

“Yang dilihat mempunyai nilai sejarah adalah kawasan Batutulis, kami lihat dalam jumlah tamu cukup besar tidak punya parkirnya, tahun ini ada pembenahan, ada penyesuaian desain. Mudah-mudahan waktunya bisa bulan Oktober 2021 saat acara JKPI. Maka, SD Batutulis 3 akan dijadikan lahan parkir, ada yang dibongkar dan diberikan ornamennya,” ungkap Syarifah kepada wartawan.

Selain Situs Batutulis, lanjut Syarifah, dilihat juga situs atau peninggalan di dekat Batutulis. Karena situs Batutulis di bawah kewenangan BPCB Banten, maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan panggil BPCB Banten untuk berdiskusi, karena situs Batutulis ini merupakan aset nasional.

“Kami minta setiap situs ada penjelasan yang bisa dilihat pengunjung. Kami ingin terintegrasi, tetapi baru ada biaya untuk pembenahan Rp450 juta. Nanti secara bertahap melaju ke integrasi, desain. kami akan lebih optimal bangunan samping, karena bangunan samping ada kepemilikan tertentu. Nanti angkutannya apakah menggunakan Uncal sehingga mempunyai nilai khusus wisata,” jelasnya.

Baca juga  Sekda Syarifah Inginkan Disdagin Lincah Tarik Dana Transfer

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Bogor, Atep Budiman menjelaskan, tahun ini hanya revitalisasi saja, untuk dana sebesar Rp450 juta itu hasil kajian Feasibility Study (FS). Sebetulnya dalam FS akan membuat museum, karena museum program prioritas dengan area yang memadai.

“Anggaran museum besar, mengajukan ke provinsi Jawa Barat juga masih fokus anggaran ke penanganan pandemi Covid-19. Sementara tahun ini dikejar jadi tuan rumah kota pusaka, bisa disuguhkan sebagai pusat kebudayaan Sunda akan banyak suguhan ada tempat atraksi jaipongan dan buat kujang,” ungkapnya.

Atep membeberkan, ada fasilitas parkir dan sedikit ornamen yang bernuansa kota pusaka. Untuk mengintegrasikan seluruh situs menjadi kawasan wisata Batutulis akan ada FS dahulu, kajian butuh satu dua tahun serta dana besar.

Baca juga  Pemkot Bogor Luncurkan Aplikasi, Sarana Pendampingan UMKM Naik Kelas

“Pusatnya Dayeuh Pakuan tuh disini. story land sudah ada. Apa yang harus diinvestasikan pemerintah apa yang bisa disinergikan dengan swasta. Nanti akan garap bersama-sama,” tandasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top