Bebersih sungai Ciliwung dalam rangka HPSN

HPSN, Kementerian LHK dan Pemkot Bogor Ajak Warga Bebersih Ciliwung

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2020, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PPKL KLHK) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergotong royong membersihkan Sungai Ciliwung di kawasan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (15/2/2020).

Kegiatan bersih bersih Ciliwung ini juga diikuti oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), Star Energy Geothermal, PT Kalbe Farma Tbk, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Power, dan Organisasi Wanita Wirawati Catur Panca.

Direktur Jenderal (Ditjen) PPKL, M.R Karliansyah mengatakan Momentum HPSN Tahun 2020 ini dimanfaatkan untuk melakukan kampanye aksi nyata dan edukasi kepada masyarakat yaitu membersihkan sampah di sepanjang sungai. Selain itu kegiatan bersih sungai ini juga bagian dari kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda sebagai rangkaian kegiatan peringatan HPSN Tahun 2020 yang mengusung tema “Indonesia Bersih, Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera”.

“Penurunan kualitas air sungai diantaranya disebabkan oleh limbah organik dari sumber domestik dan industri. Paradigma masyarakat yang masih menganggap sungai sebagai tempat pembuangan sampah, limbah rumah tangga, limbah usaha skala kecil dan limbah industri mengakibatkan kualitas air sungai menurun, dan pendangkalan sungai akibat sedimentasi sampah,” kata Karliansyah.

Setelah dilakukan pembersihan sungai dari sampah, lanjut Karliansyah peserta mengumpulkan dan menimbang sampah, kemudian diangkut ke TPS untuk dikelola. Konsep pengelolaan lingkungan sungai selain dengan menjaga kebersihan dari sampah, juga dilakukan dengan membangun Ekoriparian.

“Ekoriparian adalah perbaikan kualitas air sungai dengan memanfaatkan sempadan sungai melalui restorasi baik hidrologi, ekologi, morfologi dan sosial ekonomi budaya maupun peraturan dan kelembagaan tergantung dari kondisi segmen yang akan dilakukan restorasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa Saat ini, ekoriparian yang sudah dibangun oleh KLHK terdapat di 2 tempat yaitu di Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah dan Ekoriparian Telukjambe Karawang, yaitu dengan meningkatkan kualitas sempadan sungai dengan membuat ekowisata sungai dan taman-taman umum untuk mengembalikan kawasan hijau di sepanjang bantaran sungai.

“Pembangunan Ekoriparian oleh KLHK yang bekerjasama dengan komunitas-komunitas telah mengkombinasikan konsep restorasi riparian ini dengan upaya penurunan beban pencemaran dari limbah domestik dan menjadikan tempat tersebut sebagai pusat edukasi lingkungan berbasis ekoriparian,” jelasnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan soft launching pembangunan Ekoriparian Babakan Pasar. Fasilitas yang akan dibangun menggunakan kansep Ruang Budaya dan Lingkungan.

“Ekoriparian menjadi wadah interaksi sosial masyarakat, penataan vegetasi dan bangunan lanskap dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan sempadan sungai. Nantinya selain membangun fasilitas pengelolaan lingkungan juga akan dibangun Ruang Budaya Tionghoa dan Budaya Sunda,” terangnya.

Ia juga menambahkan dengan pendekatan bentuk ini bertujuan agar tercipta keterhubungan bentuk arsitektural Sunda dan Tionghoa yang akan diimplementasikan secara tematik pada elemen lanskap ekoriparian Kelurahan Babakan Pasar.

“Lokasi ini masih sangat kental dengan nilai-nilai pluralisme dari suku, budaya, dan agama. Fasilitas wisata berbasis lingkungan yang akan dibangun yaitu ruang pembibitan (nursery)/Kebun Bibit Desa, jogging track, taman bermain, hidroponik, saung untuk kegiatan masyarakat, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dengan pengembangan ini diharapkan bisa merubah perilaku masyarakat setempat untuk peduli terhadap lingkungan,” bebernya.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan bahwa Kementrian LHK sangat mendukung program naturalisasi Ciliwung. Pemkot Bogor juga mencanangkan tiga target terhadap Ciliwung, yaitu kualitas hidup, mencegah bencana dan wisata.

“Di sini akan di bangun ecoriparian, bukan hanya infrastruktur untuk kualitas hidup warga tetapi juga mencegah banjir, karena ada tanamannya dan menjadi objek wisata, mudah mudahan ini bisa berjalan karena di dukung oleh satgas komunitas komumitas peduli Ciliwung,” ujar Bima

Di tempat yang sama, Lurah Babakan Pasar Rena Da Frina mengatakan selain bersih bersih Ciliwung tadi juga diresmikan bank sampah Babakan Pasar dengan nama Corona.

“Disebut corona karena kita ambil filosofinya seperti virus, nanti warga yang mau menabung sampahnya itu ke bank sampah corona jadi biar cepat seperti virus sehingga warga jadi ketularan dalam memilah sampah dan menabung ke bank sampah,” imbuhnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *