Kaderisasi GMNI Universitas Djuanda Bogor.

GMNI Universitas Djuanda Bogor Gelar Kaderisasi

BOGOR-KITA.com, BOGOR –  Anggota baru GMNI harus tetap solid dalam satu barisan agar roda organisasi GMNI terus berjalan sebagaimana mestinya.

Hal ini dikemukakan Ketua DPK GMNI Gabungan dari berbagai fakultas Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Gema Proreto Revolusioner dalam acara kaderisasi GMNI Gabungan Unida di Kampus Unida Bogor, Kamis (26/12/2019).

Dalam kesempatan, Ketua Cabang GNNI Unida Fera Priyatna menyampaikan ajaran Bung Karno.

Dikatakan, GMNI dengan ajarannya yaitu Marhaenisme Bung Karno memiliki prinsip perjuangan yang memang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, dan oleh sebab itu harus dimengerti dan dipahami oleh para anggota baru GMNI. Paham itu adalah  paham nasionalisme yang memihak kepada rakyat kecil.

Fera Priyatna kemudian merinci prinsip prinsip paham nasionalisme dimaksud.

Pertama, non-kooperasi, dengan kenal siapa kawan siapa lawan. Kedua, machtvorming: membentuk kekuatan sebanyak banyaknya, machtvorming yang bersendikan anti-thesis antara sana dan sini. Ketiga, massa aksi, ini sangatlah perlu karena kebangkitan massa secara progresif-revolusioner yang dibebankan oleh tenaga-tenaga masyarakat itu sendiri yang sadar akan perjuangan GMNI. Keempat radikalisme, di mana sikap mendasar merupakan radikalisme pemikiran, radikalisme semangat, radikalisme gerakan. Kelima, selfhelp yang penuh semagat mengelola sumber daya yang dimiliki dan tidak bergantung pada pihak lain. Keenam, self relience, tentunya anggota GMNI harus percaya diri dengan kekutan diri sendiri.

Fera Priyatna juga mengingatkan soal Trisakti.

Anggota GMNI baru, katanya, sangat perlu memahami konsep Trisakti, yaitu berdaulat di bidak politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

“Tentunya ini akan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan ajaran Bung Karno di GMNI bahwa Marhaenisme ialah Pancasila, Pancasila ialah Marhaenisme, Marhaenisme ialah marxisme yang diterapkan di Indonesia yang sesuai dengan kultur Indonesia yang tujuannya sosialisme ala Indonesia,” katanya.

Dengan rasa penuh kesadaran dari diri sendiri tentunya kita semua harus mampu bersikap gotong royong atau yang disebut Bung Karno “Ho Lopis Kuntul Baris.”

Acara ditutup dengan khidmat dengan menggemakan ikrar prestya yang dipimpin oleh Ketua Cabang GMNI Bogor. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *