Kab. Bogor

Dr Sofyan Sjaf: Borderline Economic Summit Bahas Juga Soal Kebun Desa

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Borderline Economic Summit (BES) jangan hanya membahas infrastruktur terintegrasi saja. Sayang karena potensi Kabupaten Bogor sebagai daerah penyuplai kebutuhan daerah – daerah perbatasan sangat banyak dan strategis, terutama terkait kebutuhan tanaman pangan dan kebun yang dihasilkan oleh desa.

Saran ini dikemukakan Kepala PSP3 IPB Dr Sofyan Sjaf Soal Borderline Economic Summit (BES) kepada BOGOR-KITA.com, Minggu (24/11/2019) malam.

BES digagas Bupati Bogor Ade Yasin beberapa waktu lalu. Dalam BES akan diundang 11 kepala daerah yang secara administratif berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Kesebelas daerah itu meliputi 4 kota dan 7 kabupaten yaitu Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tanggerang Selatan, Kota Bekasi serta Kabupaten Tanggerang, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Karawang dan Lebak.

Kasubid Penanaman Modal Kebudayaan dan Pariwisata pada Bappedalitbang Kabupaten Bogor Rahmi K mengatakan, tujuan penyelenggaraan BES adalah untuk menggagas sinergi pembangunan wilayah dan mengolaborasikan dukungan lintas sektoral sebagai upaya percepatan ekonomi melalui integrasi infrastruktur, pengembangan kawasan dan promosi investasi.  Rahmi K menyebut, BES digelar di Kabupaten Bogor, 9 Desember 2019.

Baca juga  Bupati Bogor Terima SK Menkes Tentang PSBB Sabtu Malam

“BES jangan hanya membahas pengintegrasian infrastruktur, tetapi juga soal kebutuhan tanaman pangan dan kebun desa,” kata Dr Sofyan Sjaf.

Bayangkan saja potensi kebun campuran di pedesaan Kabupaten Bogor per desa mencapai puluhan milyar per tahun.

“Artinya warga desa akan sejahtera. Daya beli akan meningkat. Ini studi kami di PSP3 IPB. Oleh karena itu jika BES bermanfaat bagi warga Kabupaten Bogor, maka bahaslah ekonomi pedesaan yang langsung berdampak terhadap warga desa. Dengan kata lain, yang berdampak itu adalah potensi komoditas pertanian, baik pangan maupun produk kebun. Jangan hanya infrastruktur dan isu perumahan saja. Setelah itu tinggal bagaimana Pemda Kabupaten Bogor betul betul memperhatikan dan serius membangun kebijakan dan program untuk desa.,” kata Dr Sofyan Sjaf lagi.

Ditambahkan, keinginan Kabupaten Bogor Ade Yasin untuk melaksanakan sekolah pemerintahan desa sudah cocok tinggal diseriusi dan dipersiapkan dengan matang. Sebab ini adalah hulu yang penting diperbaiki terlebih dahulu, yaitu SDM dan data presisi. [] Hari

Baca juga  Rapat PSBB dengan Anies, Ade Yasin Usul Perketat Transportasi Jakarta-Bogor
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top