Kota Bogor

DPRD Kota Bogor Minta Dinkes Siapkan 114 Bed Khusus Anak Jelang PTM

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mempersiapkan kebijakan secara matang terkait akan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor. Salah satunya, perlu disiapkan 114 bed khusus anak.

Meski akan dilakukan sebatas simulasi dan terbatas, rencananya PTM di Kota Bogor akan dimulai pada pekan kedua September.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti memberikan beberapa catatan sebelum dimulainya simulasi PTM. Dimana catatan pertama, dirinya meminta agar Dinkes Kota Bogor menyiapkan sedikitnya 10 persen bed untuk pasien anak-anak.

“Dikhawatirkan dengan adanya PTM ini akan terjadi lonjakan kasus positif, maka dari itu kami minta dinkes menyediakan bed khusus anak. Dari 1.140 bed yang ada, kami minta setidaknya 10 persen khusus anak. Karena anak-anak kan kebutuhannya khusus,” ucap Endah, Jumat (3/9/2021).

Baca juga  Bima: Pemimpin itu Harus Tulus Ikhlas, Optimis dan Mau Belajar

Selain itu, Endah juga meminta data real vaksinasi anak dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun. Sehingga dimulainya simulasi PTM sesuai dengan peraturan yang ada, dimana jumlah anak yang sudah divaksin di atas 65 persen.

“Lalu juga titik tekan kepada dinkes adalah vaksinasi anak 12-17 tahun. Saat ini memang sudah 60 persen dan kami minta pekan depan Dinkes menyerahkan data yang real terkait vaksinasi anak ini,” katanya.

Endah pun menyampaikan catatannya kepada Disdik Kota Bogor, dimana PTM yang akan dilakukan secara bertahap ini harus diperhatikan secara seksama terkait kesiapan sekolah. Dengan demikian, ia meminta agar Disdik memberikan juklak dan juknis pelaksanaan PTM agar pihak DPRD bisa mengawasi secara tepat.

Baca juga  Bima Arya Berikan Catatan Sebelum PTM Terbatas

“Yang menjadi titik tekan kami di komisi IV adalah kita minta juklak dan juknis yang terbaru, yang sudah disesuaikan dengan revisi aturan inmendagri dan perwali terbaru. Kemarin disdik itu belum ada,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top