Kota Bogor

Diskusi Toleransi bareng IMPARSIAL, Bima Arya Ajak Sebarkan Moral Agama dan Kemanusiaan

BOGOR-KITA.com, BOGOR- FKUB Kota Bogor, IMPARSIAL (the Indonesian Human Right Monitor) bersama dengan Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) dan Forum Muda Lintas Agama (Formula) menggelar diskusi dengan tema ‘Toleransi Masa Pandemi’ secara daring, Kamis (29/4/2021) serentak di empat lokasi berbeda.

Keempat lokasi yakni di PPIB Kota Bogor, Vihara Mahabrahmana Pulo Geulis, Cafe Toleransi dan di Balai Kota Bogor yang sekaligus acara dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Dalam diskusi tersebut, Bima Arya mengatakan, Covid-19 sudah lebih dari satu tahun namun angkanya masih fluktuatif. Ada negara yang porak poranda karena Covid-19 dan ada negara yang sudah bisa lepas masker.

Menurutnya, penanganan pandemi Covid-19 bukan semata masalah kebijakan, bukan juga utak-atik mengenai aspek teknis atau juga soal alokasi anggaran. Melainkan ada hal yang lebih filosofis, yakni terkait moral agama dan kemanusiaan.

Baca juga  Bima Tegaskan Komitmen Pemkot Menuju Green City

“Semakin satu bangsa satu frekuensi dan kuat pemahamannya pada dua aspek itu, moral agama dan kemanusiaan, maka bangsa itu akan semakin kuat pijakannya untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ditaati masyarakatnya,” ujarnya.

Di bulan Ramadan ini kata dia, belum terlambat untuk melanjutkan dan menguatkan narasi moral agama dan turunannya. Seperti melarang mudik, mematuhi kebijakan Umaro dan Ulil Amri, menguatkan silaturahmi.

Ia juga mengajak semua unsur turun ke dunia maya bukan saja silaturahmi dunia nyata, tapi mari sebarkan moral agama dan kemanusiaan yang mudah di dipahami warga. Salah satunya melalui film pendek sasarannya agar dapat menurunkan himbauan yang mudah dipahami anak-anak muda dan semua warga.

Baca juga  Kota Bogor Terima Penghargaan Implementasi Smart City

“Tadi siang saya menginstruksikan Diskominfo Kota Bogor dan Prokompim untuk membuat film pendek berupa himbauan untuk tidak mudik dari pemuka agama, dari orang tua, kakek nenek yang menghimbau cucunya. Pemuka agama yang terus mengingat protokol kesehatan, ini kan nilai kemanusiaan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris FKUB Kota Bogor, Hasbulloh mengatakan, Ramadan harus dijadikan momentum untuk berlomba melakukan kebaikan. Tidak hanya religiusitas, tetapi juga kesalehan sosial. Ketika mempunyai kelebihan, baik itu kekuatan fisik maupun ekonomi, memiliki keluangan dan kesempatan. Maka sebaiknya digunakan untuk membantu meringankan orang lain.

“Itulah makna toleransi dalam bulan Ramadhan. Modalitas yang perlu dijaga dalam merawat toleransi yang pertama kepercayaan, jaringan, saling memberikan manfaat, dan membangun nilai bersama. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Islam yakni ‘Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat untuk orang lain’,” imbuhnya.

Baca juga  Tersangka Kasus Izin Hotel Art Marriot Curhat ke Bima

Sesuai arahan Wali Kota Bogor, tokoh-tokoh agama di Kota Bogor sudah bersama-sama berjuang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melawan Covid-19, dengan menutup dan membatasi tempat ibadah dan aktivitas keagamaan, yang sejatinya hal itu sebetulnya sangat berat bagi tokoh-tokoh agama.

“Selama pandemi tempat ibadah juga difungsikan tidak hanya sebagai tepat ritual, melainkan juga sebagai meningkatkan kesalehan sosial,” kata Hasbulloh. [] Hari/Humas Pemkot Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top