Kota Bogor

Direvitalisasi Tahun Depan, Kawasan Jembatan Otista Bakal Dibenahi

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) akan menata kawasan di sekitar Jembatan Otista dalam waktu dekat.

Sebelumnya, menjelang revitalisasi Jembatan Otista yang bakal dilakukan pada tahun 2023 Pemkot Bogor sudah membebaskan bangunan-bangunan di sekitar jembatan.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sopiah mengatakan, penataan melingkupi sejumlah bangunan yang sudah dihancurkan sebagai persiapan rencana revitalisasi jembatan Otista.

“Kemungkinan akan ditutup, atau dimanfaatkan sebagai area PKL kuliner. Kan sudah dibebaskan, pak wali kota (Bima Arya) melihatnya kumuh setelah dihancurkan, kemudian tidak ada penataan,” ucap Syarifah, Senin (23/5/2022).

Saat ini Pemkot Bogor masih menunggu sinyal dari pemerintah pusat terkait rencana revitalisasi jembatan di Kota Bogor. Salah satu yang diusulkan untuk perbaikan adalah jembatan Otista.

Baca juga  38 Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri akan Dirawat di RSUD Kota Bogor

Syarifah memjelaskan, Pemkot Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah mengusulkan revitalisasi jembatan agar dapat dibiayai melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saat ini belum ada realisasinya, tapi minta dibenahi, mau ditutup atau dibuat pengelolaan sementara untuk pedagang PKL, kuliner. Wacanya kesitu. Tapi kita melihat apakah ditutup atau tidak,” katanya.

Selain jembatan Otista, kata Syarifah Pemkot Bogor juga tengah mengusulkan perbaikan jembatan lainnya di Kota Bogor.

“Untuk Jalak Jalak harupat memang kan harus diganti (revitalisasi) karena usianya, tapi kalau Jembatan Otista kemungkinan hanya pelebaran. Mengingat biayanya yang cukup besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi menuturkan, usulan penanganan jembatan Otista sudah diusulkan melalui penganggaran melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023.

Baca juga  Berulang Tahun ke-44, Bima Dikerjai Warga

Ada dua opsi penanganan jembatan yang diusulkan Dinas PUPR Kota Bogor, pertama mengganti jembatan dengan estimasi biaya sebesar Rp 52 miliar, atau opsi kedua hanya menambah atau pelebaran jembatan yang diusulkan dengan biaya Rp 30 miliar.

“Opsi kedua melebarkan jembatan, dari lebar eksisting menambah 6 meter,” kata Rudi.

Pertimbangan lainnya yang harus disiapkan adalah rekayasa lalulintas ketika mulai melakukan revitalisasi jembatan.

“Untuk mengganti struktur jembatan Otista harus melihat rekayasa lalulintas yang ada disitu, karena itu jalan utama,” jelasnya.

“Untuk rekayasa lalulintas, akan dibahas oleh Dishub dan intansi terkait,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top