Pekerja galian tanah merah di Desa Kemang Kecamatan Kemang tampak sedang membersihkan ceceran tanah yang mengotori jalan raya Kemang. Sebelumnya banyak warga mengeluhkan dampak galian tanah yang membuat jalan licin, berlumpur dan berdebu.

Ceceran Tanah di Jalan Raya Kemang Mulai Dibersihkan

BOGOR-KITA.com, KEMANG – Setelah banyak keluhan warga dan pengguna kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya Kemang ,akhirnya ceceran tanag di jalan itu mulai dibersihkan oleh para pekerja di galian tanah merah yang ada di RT 01 RW 8 Desa Kemang.

Para pekerja di perusahaan galian tanah merah tersebut, tampak sibuk membersihkan jalan raya kelas nasional yang beberapa hari sebelumnya sempat terlihat kotor dipenuhi debu dan lumpur. “Ya sudah mulai dibersihkan. Kami nggak tau pekerja dari mana, tapi sepertinya pekerja di proyek galian tersebut,” ungkap Yusyani (46) warga Desa Kemang yang ditemui media ini, Senin (30/3/2020).

Sementara seorang pengurus lingkungan setempat yang enggan namanya dituliskan mengaku, sebenarnya memang warga banyak yang mengeluh akibat dampak aktivitas galian tanah merah tersebut. Menurutnya, warga mengeluhkan potensi bahaya lalu lintas akibat lumpur yang licin serta polusi udara. “Tapi mau gimana lagi, warga cuma bisa mengeluh lewat pengurus, tapi tidak punya daya kemampuan complain,”  ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Kemang Entang Suana mengakui, jika sudah banyak warga masyarakat yang mengeluhkan dampak galian kepada dirinya secara langsung maupun melalui pihak Pemdes Kemang. Terkait soal izin persetujuan warga, Entang Suana mengaku tidak mengetahui persis. “Banyak keluhan warga dan sudah saya sampaikan ke pihak pengusaha galian. Soal izin warga, sepertinya sudah dibuat saat saya belum dilantik jadi Kepala Desa,” pungkasnya.[] Fahry



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *