Kab. Bogor

Bupati Bogor Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen di Kantor BPBD

Pos Komando (Posko) Ketersediaan Oksigen untuk Kebutuhan Medis Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor di kantor BPBD Cibinong

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor Ade Yasin membentuk Pos Komando (Posko) Ketersediaan Oksigen untuk Kebutuhan Medis Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor di kantor BPBD Cibinong. Pembentukan pos komando ini sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/365/Kpts/Per-UU/2021 yang ditetapkan di Cibinong pada tanggal 12 Juli 2021.

Ade Yasin menuturkan, pembentukan Pos Komando Pengendalian Ketersediaan Oksigen ini dalam rangka meningkatkan ketersediaan oksigen untuk pelayanan kesehatan pasien Covid-19 di rumah sakit. Hal ini butuh partisipasi dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan.

“Untuk mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit dan pengendalian distribusinya, maka dibentuklah Pos Komando,” tutur Ade Yasin.

Ade Yasin menjelaskan, tugas Pos Komando tersebut di antaranya mengupayakan ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Kemudian menyusun rencana kebutuhan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19, baik untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), masyarakat, maupun buffer stock untuk pengamanan kebutuhan oksigen.

Baca juga  Ade Yasin Usul Rp1,555 T untuk Infrastruktur ke Pemprov Jabar

“Selanjutnya, mengendalikan pendistribusian oksigen mulai dari pabrik, distributor, agen penyalur hingga ke Fasyankes dan masyarakat. Mengoordinasikan dan menyinkronkan antara kebutuhan dengan suplai oksigen serta sarana pendukungnya,” jelas Ade Yasin.

Ia menambahkan, tugas berikutnya adalah membentuk kesekretariatan Posko oksigen dan layanan call center, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, serta melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati Bogor melalui Sekretaris Daerah.

“Dalam Posko oksigen juga melibatkan unsur dari Lanud Atang Sendjaja, unsur Kodim 0621, Polres Bogor, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dalam bidang pengadaan dan distribusi, yang salah satu tugasnya adalah mengawasi dan mengawal distribusi oksigen dari produsen, distributor, agen, sampai ke Fasyankes dan masyarakat,” terang Ade Yasin.

Baca juga  Dipimpin Ade Yasin, 90 Perusahaan Hadiri Rakor Tim TJSL Kabupaten Bogor

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor yang juga Sekretaris Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan, pihaknya setiap hari mengambil tabung oksigen ukuran 6 kubik dari Krakatau Steel Cilegon untuk kemudian didistrisibusikan ke rumah sakit – rumah sakit di Kabupaten Bogor.

“Kita itu BPBD kalau BPBD hanya jadi fasilitator saja, mengangkut, adapun truk kita yang bisa dipakai hanya satu, itupun truknya sudah tua, jadi kalau kita maksimal sehari, tadi pagi pagi sekali, namun sakarang persiapan mau berangkat lagi,” ujar Budi.

“Sementara ini, kita sedang minta permohonan pinjam truk dari BPKAD, mudah mudah itu dapat lagi, dan semoga ada bantuan lagi truk truk dari SKPD lain tentunya yang layak untuk jauh luar kota, layak tapi mampu berat beban yang cukup berat,” tambahnya. [] Hari

Baca juga  Update Corona Kabupaten Bogor: 5 Positif, 2 PDP Meninggal
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top