Bappeda Lanjutkan Kajian Tata Ruang Bogor Barat

Ilustrasi

BOGOR-KITA.com  –Walau ditunda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus melanjutkan kajian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk bakal Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat (KBB).

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (Sarpras TRLH) pada Bappeda, Suryanto Putra menjelaskan, pembahasan tersebut merupakan kelanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan pada awal September 2014 lalu.

“Kita bahas kembali hasil FGD dan menganalisis data survei tata raung di Bogor Barat. Kita banyak masukan juga dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun tim teknis lainnya untuk melihat Bogor Barat 20 tahun ke depan,” ujar Suryanto kepada PAKAR, di Cibinong, Rabu (15/10).

Menurutnya, dalam kajian tersebut, tim membahas daerah pengembangan kawasan pemerintahan, ekonomi, pendidikan hingga perhitungan asumsi laju pertumbuhan penduduk di kawasan Bogor Barat tersebut.

“Kita tidak boleh monoton melihat jumlah penduduk 10 tahun ke depan. Kita perhitungkan sejak sekarang, bagaimana migrasi penduduk dan lain sebagainya. Kita juga harus buat perencanaan yang baik untuk infrastruktur, lingkungan, limbahatau pemukimandan lain sebagainya,” katanya.

Khusus kawasan pemukiman, diprediksi Tenjo dan Parung Panjang akan berkembang dengan baik karena masuk ke kawasan BSD, demikian juga Tenjo masuk Kota Kekerabatan Maja.

Hanya saja yang menjadi kendala, ketersediaan air bersih. Karenanya, telah dipikirkan untuk membangun waduk di Lebak untuk menunjang sumber air bagi masyarakat.

Ruang Bogor Barat nantinya akan terbagi ke dalam 3 cluster, meliputi Cluster Parung Panjang, yang terdiri dari Kecamatan Parung Panjang, Rumpin dan Tenjo sebagai pusat pengembangan industri.Cluster Jasinga terdiri dari Jasinga, Cigudeg, Nanggung, dan Sukajaya sebagai pusat perkebunan, pertambangan, pertanian, dan pusat pemerintahan. Cluster Leuwiliang, terdiri dari Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Pamijahan, Tenjolaya, Ciampea, Dramaga, dan Rancabungur sebagai pengembangan perdagangan jasa dan pendidikan.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *