Kab. Bogor

Ahli Geografi Indonesia Siap Bantu Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, SDGs

Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia (IGI), Dr. Muhammad Dimyati, M.Si.

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Tantangan geografis Indonesia perlu disikapi dengan mengarusutamakan tata kelola bentang lahan (TKBL) atau landscape governance, suatu pendekatan terpadu yang sesuai dengan prinsip integrasi dan keberlanjutan dalam tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs).

Demikian dikemukakan oleh Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia (IGI), Dr. Muhammad Dimyati, M.Si., dalam acara pengukuhan Pengurus Pusat Ikatan Geograf Indonesia (IGI) masa bakti 2020-2022,  Sabtu (13/2/2021).

“Para Geograf se-Indonesia siap membantu pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta pelaku ekonomi yang membutuhkan bantuan teknis maupun masukan pemikiran untuk memperkuat tata kelola bentang lahan (TKBL) di Indonesia,” kata Dr. Muhammad Dimyati dalam siaran pers kepada BOGOR-KITA.com, Minggu (14/2/2021).

Baca juga  DPRD Kota Bogor Tetapkan Komposisi AKD  

Menurut Dimyati, bentang alam Indonesia yang memiliki variasi geologi, mineralogi, geomorfologi, tanah, hidrologi, klimatologi, flora dan fauna, merupakan tantangan tersendiri untuk merancang dan menjalankan pendekatan pembangunan yang tepat. Ditambah lagi, dinamika dinamika sosial-ekonomi di atas bentang lahan yang demikian beragam dan kompleks.

“Para geograf dididik dan dilatih untuk mempertimbangkan aspek-aspek geosfer dan manusia dalam pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan. Para geograf juga dapat membantu untuk memetakan, menganalisis, dan merancang interaksi multi-sektor, multi-aktor, dan multi-level dalam kerangka spasial di tingkat bentang lahan,”  lajut Dr. Muhammad Dimyati.

Dikatakan, saat ini, sumberdaya manusia geograf di Indonesia diperkirakan berkisar 12-15 ribu orang, baik berlatar pendidikan tinggi kependidikan maupun non-kependidikan.

Baca juga  Kasus Covid-19 Terus Turun, Bima Arya Apresiasi Semua Pihak

Jumlah ini adalah potensi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memecahkan persoalan-persoalan tata lingkungan, tata kawasan/wilayah dan sektoral untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Pengukuhan Pengurus Pusat Ikatan Geograf Indonesia (IGI) dilakukan oleh Menteri Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. yang juga salah satu anggota Dewan Pengarah Ikatan Geograf Indonesia.

Pengurus Pusat ini adalah kelanjutan dan perubahan dari kepengurusan yang dipimpin oleh Almarhum Prof. Dr. Hartono DESS yang terpilih di Kongres IGI 2018 di Manado. Pengurus berjumlah 139 orang yang tersebar di berbagai bidang profesi, baik pemerintahan, pendidikan, swasta maupun pembangunan (non-profit). [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top