Kota Bogor

Pembangunan R3 Katulampa Capai 8 Persen, Pemkot Bogor Kejar Penyelesaian Bertahap

Pembangunan lanjutan Jalan Regional Ring Road (R3) ruas Katulampa Buleud-Katulampa Bendungan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pembangunan lanjutan Jalan Regional Ring Road (R3) ruas Katulampa Buleud-Katulampa Bendungan, Kota Bogor, mulai menunjukkan perkembangan positif. Dari total panjang 450 meter yang dikerjakan tahun ini, progres fisik proyek telah mencapai sekitar 8 persen.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, capaian tersebut berada di atas target pekerjaan pada tahap awal. Kondisi cuaca yang mendukung juga diharapkan dapat dimanfaatkan kontraktor untuk mempercepat pembangunan.

“Alhamdulillah berprogres, ada kemajuan. Tahun ini kita alokasikan untuk pembangunan sepanjang 450 meter dari Katulampa Buleud sampai dengan Katulampa Bendungan,” kata Dedie saat meninjau lokasi pembangunan, Selasa (25/8/2026).

Meski demikian, Dedie menyebut masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan, terutama terkait administrasi pertanahan. Ia optimistis persoalan tersebut tidak akan menghambat kelanjutan proyek.

“Di lapangan itu ada beberapa dinamika. Yang pertama, masih ada sedikit masalah administrasi pertanahan, tetapi saya optimistis urusan ini akan segera kita selesaikan,” ujarnya.

Selain penanganan lahan, Pemkot Bogor juga tengah mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan jembatan yang menjadi bagian penting dari konektivitas R3. Pemerintah daerah juga masih menunggu rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Baca juga  Hadapi Ramadan, Perumda Tirta Pakuan Pastikan Pasokan Air Aman

Dedie mengatakan, setelah seluruh persyaratan teknis terpenuhi, Pemkot Bogor akan mencoba mengusulkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Setelah itu, yang harus kita selesaikan adalah DED untuk jembatan, termasuk juga rekomtek dari Kementerian PU. Kemungkinan kita juga akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk dibantu pembiayaan pembangunan jembatannya kalau memungkinkan,” jelasnya.

Jembatan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Bentangnya diproyeksikan mencapai 80 meter, dengan lebar sungai sekitar 60 meter dan tambahan area di kedua sisi.

“Jembatan itu sebetulnya lebar sungai sekitar 60 meter, tetapi kiri kanannya ada 10-10, jadi total mungkin 80 meter. Biayanya kurang lebih Rp80 miliar,” ungkapnya.

Di sisi lain, pembangunan R3 masih membutuhkan tahapan pembebasan lahan untuk menyambungkan Katulampa Bendungan menuju Sindangrasa dan Sindangsari hingga Wangun. Total ruas yang masih harus dituntaskan mencapai sekitar 1,7 kilometer.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran tersebut, Pemkot Bogor akan mengupayakan pembiayaan dari berbagai sumber. Selain APBD Kota Bogor, pemerintah daerah akan menjajaki dukungan APBD Provinsi Jawa Barat, APBN, hingga skema pembiayaan kreatif.

“Sampai sejauh ini dari provinsi belum ada. Kita masih mencoba untuk mengkombinasikan antara anggaran APBD Pemerintah Kota, APBD Provinsi, APBN, dan juga alternatif untuk creative financing,” katanya.

Baca juga  Bupati Bogor Rudy Susmanto Lantik 9.687 PPPK Paruh Waktu, Terbesar Se-Indonesia

Dedie menilai keberadaan R3 memiliki peran strategis dalam mengurangi beban lalu lintas di pusat Kota Bogor. Jalur tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif konektivitas bagi masyarakat.

“Jadi kita coba upayakan supaya permasalahan kemacetan di tengah Kota Bogor bisa terurai,” ucapnya.

Pemkot Bogor menargetkan jaringan R3 nantinya dapat tersambung secara bertahap hingga Wangun dan Jambu Dua. Apabila dukungan pembiayaan dapat terpenuhi, jaringan tersebut diproyeksikan mulai dinikmati masyarakat pada 2029-2030.

“Target 2029-2030 itu sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Kita harus coba terus berikhtiar,” tuturnya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan tetap melanjutkan upaya penyelesaian proyek meski proses pembebasan lahan dan pendanaan masih menjadi tantangan.

“Untuk pembebasan lahan yang sekian kilometer tentu masih banyak. Tetapi kita tidak boleh mundur. Kalau memang mau selesai, ya harus konsisten,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, pekerjaan yang saat ini berlangsung merupakan lanjutan pembangunan R3 dari segmen Summarecon menuju Katulampa.

“Ini paket yang tahap lanjutan dari segmen Summarecon sampai menuju Katulampa,” kata Esti.

Baca juga  Resmikan Gedung Baru BAPENDA, Bima Harap Pelayanan Meningkat

Menurutnya, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 8 persen. Capaian tersebut melampaui target awal yang diperkirakan hanya sekitar 2 hingga 3 persen selama enam minggu pertama pengerjaan.

“Progres pekerjaan sudah 8 persen sekian. Sebetulnya dalam enam minggu ini pekerjaannya hanya sekitar 3 persen. Jadi ada deviasi positif sekitar 5 persen sekian,” jelasnya.

Saat ini, kontraktor masih berfokus pada pekerjaan pengerasan konstruksi dasar dan fondasi. Setelah rakitan konstruksi selesai dipersiapkan, pekerjaan akan berlanjut ke tahap pengecoran.

“Ini pengerasan untuk konstruksi dasar, fondasi. Setelah itu pengecoran. Dipersiapkan dulu terkait dengan rakitan konstruksinya,” ujarnya.

Esti memastikan ruas R3 yang sedang dibangun memiliki dua lajur, sebagaimana segmen R3 yang telah tersedia sebelumnya. Pekerjaan juga meliputi pembangunan box culvert serta penataan saluran air.

Untuk kelanjutan proyek, Pemkot Bogor menargetkan pembebasan lahan dilakukan pada 2027, kemudian pembangunan fisik dilanjutkan pada 2028. Dengan tahapan tersebut, ruas jalan diharapkan dapat mulai digunakan pada akhir 2028 atau awal 2029.

“Tahap berikutnya 2027 kita lakukan pembebasan, 2028 konstruksi, 2029 insyaAllah bisa dipakai. Sebenarnya 2028 akhir mudah-mudahan bisa selesai dipakai,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top