Diguyur Hujan, Sejumlah Drainase di Megamendung Tersumbat
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Hujan yang mengguyur wilayah Megamendung sejak malam hingga siang hari menyebabkan sejumlah saluran drainase tersumbat. Akibatnya, air meluap hingga ke badan jalan.
Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III Ciawi, Heru Haerudin, mengatakan beberapa drainase di ruas jalan alternatif mengalami penyumbatan. Untuk mencegah banjir semakin parah, pihaknya melakukan normalisasi saluran.
“Iya, kami menurunkan petugas untuk menormalkan kembali saluran yang tersumbat agar air tidak terus menggenang di jalan,” kata Heru Haerudin, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, penyumbatan terjadi akibat banyaknya sampah plastik dan jenis sampah lainnya. Perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama tidak berfungsinya saluran air secara optimal.
Selain itu, endapan lumpur juga memperparah kondisi karena menyebabkan sedimentasi di dalam saluran.
“Memang seharusnya normalisasi dilakukan secara berkala. Namun, hal itu juga harus didukung oleh perilaku masyarakat. Percuma jika kami melakukan normalisasi, tetapi warga masih membuang sampah ke saluran air,” ujarnya.
Beberapa titik drainase yang dilaporkan tidak berfungsi antara lain di Jalan Alternatif Pasir Angin–Bukit Pelangi, Jalan Raya Puncak tepatnya di Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, serta di sejumlah titik di jalur alternatif Gadog–Cikopo Selatan. [] Danu
