Nasional

Kunjungi Terminal Purabaya, Menteri LH Instruksikan Percepatan Penanganan Sampah

BOGOR-KITA.com, SURABAYA – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Terminal Purabaya pada Minggu (15/3/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, khususnya pengelolaan sampah, guna mendukung kenyamanan pemudik.

Dalam peninjauan tersebut, Hanif meminta pengelola terminal meningkatkan sistem penanganan sampah karena dinilai masih belum optimal.

Menurutnya, arahan tersebut sejalan dengan instruksi Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna yang meminta seluruh kementerian memastikan kenyamanan masyarakat selama periode mudik.

“Pak Presiden dalam sidang kabinet paripurna meminta semua menteri memastikan kenyamanan pemudik. Dari kami salah satunya di sektor kebersihan. Kita masih melihat beberapa hal yang perlu diperbaiki di Terminal Purabaya,” kata Hanif.

Baca juga  Uang Pesangon dan Uang Pensiun, Apa Bedanya?

Hanif menjelaskan bahwa Terminal Purabaya merupakan terminal besar sehingga penanganan sampahnya tidak sederhana. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan menurunkan tim penegakan hukum lingkungan guna melakukan pemetaan kondisi pengelolaan sampah secara detail.

“Kami akan menugaskan tim Gakkum Lingkungan Hidup untuk melakukan pemetaan dan pendataan detail dalam rangka penanganan kebersihannya,” ujarnya.

Pengelola terminal diberi waktu sekitar lima bulan untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah. Kebijakan serupa juga akan diterapkan di terminal lain, meski dengan waktu penyesuaian yang lebih singkat karena ukuran terminal yang lebih kecil.

Dalam pembenahan tersebut, Hanif menekankan pentingnya penambahan tenaga kerja, fasilitas tempat sampah, hingga tata cara pengelolaan sampah yang lebih baik.

Baca juga  Sukses Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Share The Care, NIVEA dan Alfamart Bersama Dompet Dhuafa Gelar Halal Bi Halal

Ia berharap masyarakat yang menggunakan fasilitas terminal juga ikut memahami dan mematuhi aturan pengelolaan sampah.

“Terminal ini merupakan simpul bertemunya masyarakat. Karena itu harus dijaga ketat. Jika diperlukan, penyelenggara terminal bisa memberikan teguran kepada penumpang yang tidak patuh dalam pengelolaan sampah,” jelasnya.

Hanif mengakui pengelolaan sampah di Terminal Purabaya saat ini masih perlu banyak perbaikan.

“Kalau dilihat kondisinya, masih kurang bagus. Jadi harus ada akselerasi penanganannya,” katanya.

Menurutnya, tantangan utama berasal dari tingginya mobilitas penumpang di terminal tersebut. Dalam satu hari, jumlah penumpang yang datang dan berangkat bisa mencapai sekitar 45 ribu orang.

“Dengan jumlah penumpang yang besar seperti itu, penanganannya harus presisi. Perlu pengetatan aturan dan pengawasan dari pengelola terminal,” ujarnya.

Baca juga  Dompet Dhuafa Bersama DANA Tingkatkan Kanal Digital Mudahkan Masyarakat Berkurban

Hanif menambahkan, meskipun Surabaya dikenal memiliki tata kelola sampah yang cukup baik bahkan termasuk terbaik secara nasional, fasilitas kebersihan di simpul transportasi seperti terminal tetap harus mendapat perhatian serius. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top