Yus Ruswandi Puji Dekan Fakultas Hukum Unpak Sebagai Produk Baranangsiang

Diskusi di Teminal baranangsiang

BOGOR-KITA.com –  Banyak hal unik dalam diskusi yang digelar Koalisi Mahasiswa (KOMA) se-Kota Bogor, di lantai dua salah satu bangunan di dalam area Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Minggu (5/4/2015) sore.

Selain kehadiran orang nomor satu Kota Bogor, yakni Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, juga kehadiran pembicara beken seperti Ketua Yayasan Satu Keadilan yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPN) Peradi Sugeng Teguh Santoso, anggota Komisi II DPR RI Diah Pitaloka,  Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr Eman Riadi, dan dosen Universitas Pakuan, RM Mihradi. Mereka berkumpul di aula yang sudah acak kadut, berbaur dengan puluhan peserta yang terdiri dari komunitas pengguna Terminal Baranangsiang seperti pengasong, pengamen, pedagang kaki lima, kenek, sopir, timer dan lain sebagainya.

Saat berdiskusi suara mereka harus saling bersahutan dengan bising klakson bus yang parkir di bawah,  atau suara kenek yang berteriak memanggil-manggil penumpang.

Tetapi jangan remehkan diskusi yang membahas nasib optimalisasi terminal itu. Bukan saja walikota atau empat pembicara lain, peserta yang nota bene datang dengan dandan apa adanya, lancar mengemukakan pendapatnya. Pekik batalkan optimalisasi, seringkali disambut gemuruh peserta lainnya. (http://bogor-kita.com/index.php/menu-kota-bogor/1253-underpass-salah-satu-alasan-walikota-menggantung-optimalisasi-terminal-baranangsiang)

Terminal Baranangsiang yang sudah tua dan kumal memang magnet bagi banyak orang untuk mengais rezeki. Ratusan atau ribuan orang yang setiap hari berlalu lalang di terminal menjadi pasar besar bagi siapa saja yang mengais rezeki di sana. Hasilnya juga tidak bisa diremehkan. Selain telah menjadi tumpuan rezeki dan sandaran ekonomi keluarga ratusan pengamen, pengasong, pedagang kaki lima, kenek, sopir dan lain sebagainya, Terminal Baranangsiang juga menghasilkan seorang Iwan Darmawan yang sekarang dikenal sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor.

Ichwal Iwan Darmawan sempat dikemukakan oleh anggota DPRD Kota Bogor Yus Ruswandi yang juga hadi di barisan peserta. Iwan memang mantan pengamen di Terminal Baranangsiang. Iwan tidak hanya mencari biaya kuliah dengan mengamen dari satu bis ke bis lain di Terminal Baranangsiang, tetapi juga tidur dan melumat sejumlah buku di Terminal Baranangsiang. “Iwan adalah produk Terminal Baranangsiang yang sukses,” kata Yus berapi-api.

Tidak heran kalau pengguna terminal itu yang kini tergabung dalam Komunitas Pengguna Terminal Baranangsiang (KPTB) protes atas mal dan hotel mewah dalam konsep optimalisasi dengan jumlah investasi hampir setengah triliun rupiah itu. Mereka protes, karena tidak yakin mereka masih diizinkan berseliweran di area terminal yang terintegrasi dengan mal dan hotel mewah sambil membawa gitar untuk mengamen, atau membawa rokok dan lainnya untuk diasongkan. [] Boy/Fika



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *