Warga Panggeleseran Tagih Janji Relokasi Pemkab Bogor

Dokumentasi

BOGOR-KITA.com  – Tiga tahun sudah berlalu, nasib ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kampung Panggeleseran, Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigudeg, masih terkatung-katung. Janji relokasi, pasca longsor pada akhir Desember 2011 lalu, hingga saat ini belum juga direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Warga, sebelumnya menyambut antusias janji relokasi itu, karena longsor bukan saja memorakporandakan 200 rumah warga di sana, tapi juga membuat kontur lahan yang mereka diami mengalami kemiringan akibat geseran. Kemiringan itu dianggap membahayakan dan tidak layak lagi dihuni. Ketika musim hujan datan seperti sekarang ini, membuat warga kembali dihantui kekhawatiran. Warga semakin khawatir, karena tebing gunung yang berada di atas pemukiman warga, sebelumnya sudah retak sepanjang 100 meter.

“Sudah bertahun tahun kami menanti dan terus menanti, namun janji merelokasi kami ke daerah yang lebih aman, tidak kunjung terwujud. Apa pemkab sengaja melontarkan janji gombal,” keluh Sadih (50), salah seorang tokoh masyarakat setempat saat PAKAR menyambangi rumahnya, Jumat (21/11).

Dikatakan Sadih lagi, pasca bencana yang terjadi pada 2011 lalu, warga Kampung Panggeleseran dijanjikan akan dipindah ke Kampung Jawa, tak jauh dari tempat tinggal mereka sekarang.

Kampung Jawa sendiri merupakan wilayah pilihan, di mana lahannya sudah dikuasai  oleh Pemkab Bogor setelah melakukan tukar guling ruilslag dengan PT Perhutani. “Tapi nyatanya semua bohong belaka. Pemkab seperti menyerah dan masa bodoh terhadap nasib dan keselamatan rakyatnya dari bencana," tukasnya.
Hal senada diutarakan, Udin (44), Ketua RT 003/RW 005. Dikatakan, warganya sudah lama menanti realisasi hunian permanen seperti yang dijanjikan Pemkab Bogor. “Warga sudah mengungsi sejak Desember 2011. Selama itu belum terdengar lagi ada kelanjutan hunian permanen dari Pemkab Bogor,” katamua.

Kondisi lokasi pengusian sendiri, menurut Udin, sangat memprihatinkan. Hampir semua fasilitas rusak, dan tidak ada pejabat Pemkab Bogor yang memberikan perhatian. Mau  tidak mau warga berinisiatif memperbaiki sesuai kemampuan,” katanya.

Sementara itu, Atep Sumaryo, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cigudeg, mengatakan, gagalnya proses relokasi ratusan KK warga Panggeleseran tersebut, akibat tersendatnya proses tukar guling lahan antara Pemkab Bogor dengan pihak Perhutani.
"Saya berharap, pemkab menyiapkan anggaran saja untuk membeli lahan itu agar warga bisa segera dirolaksi," pungasknya. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *