Walikota Bogor Bima Arya ikut membersihkan sampah di bantaran kali Ciliwung (foto arsip)

Volume Sampah di Kota Bogor Menurun

BOGOR-KITA.com – Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut produksi sampah di Kota Bogor yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga mencapai 600 ton per hari. Namun, belakangan ini jumlahnya sudah tereduksi menjadi 480 ton per hari, demikian pula volume sampah plastik yang sudah berkurang menjadi 0,5 ton per hari.

Hal tersebut diungkapkan Bima Arya saat kegiatan Workshop Penguatan Indikator Penilain Lomba Bogorku Bersih tahun 2019 di Aula Universitas Pakuan, Ciheuleut, Kota Bogor, Rabu (17/7/2019).

Bima melanjutkan, pengurangan volume sampah tersebut bisa jadi karena berbagai macam ikhtiar bersama warga dan para stakeholder, salah satunya melalui Lomba Bogorku Bersih. Disamping kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah Kota Bogor, mulai dari bank sampah, TPS 3R, program Bogor Tanpa Kantong Plastik dan lain sebagainya.

Bahkan, tahun ini Pemerintah Kota Bogor mendapatkan penghargaan sebagai satu dari 10 kota yang angkanya dinilai signifikan dalam mengurangi volume sampah.

“Khusus untuk Lomba Bogorku Bersih, ini bukan lomba biasa. Tapi sebagai salah satu upaya yang memiliki dampak serius pada perilaku warga Kota Bogor dalam mengelola sampah. Sebagai bentuk penguatan komitmen, Pemerintah Kota Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800 juta,” jelas Bima.

Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, panitia Lomba Bogorku Bersih menambah jumlah kategori menjadi 10 yang pada tahun 2018 hanya 7 kategori. Ketiga kategori baru tersebut adalah lomba kebersihan tingkat OPD, antar restoran dan antar hotel.

Lebih lanjut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Ellia Buntang menerangkan jumlah peserta LBB tahun 2019 untuk tingkat RT mengalami kenaikan. Saat ini ada 300 RT yang akan menjalani penilaian tahap kedua dari 618 RT yang mendaftar.

Untuk sekolah ada 154 peserta, kategori permukiman teratur ada 91 dari 150, permukiman swadaya ada 158 dari 354, permukiman tepi sungai ada 59 yang terverifikasi dari 114, tingkat OPD ada 35, restoran dan hotel masing-masing 20, TPS 3R ada 26 unit, Bank sampah 24, pusat perbelanjaan ada 10, kelurahan 68 dan 6 pasar.

Ellia merinci jumlah RT yang ikut serta, dari Bogor Barat ada 56 dari 107 yang mendaftar, Bogor Selatan ada 86 dari 141, Bogor Tengah 54 dari 105, Bogor Timur ada 21 dari 54, Bogor Utara ada 26 dari 74 dan Tanah Sareal ada 57 dari 137. Bagi 300 peserta tersebut, Ellia mengingatkan pemilahan sampah dari sumbernya menjadi poin penting.

Dari 10 kategori yang ada, Bima secara khusus mengusulkan kepada panitia menambah kategori kampung tematik dengan harapan ada dampak yang lebih substantif berupa perubahan perilaku. Kota Bogor dimata Bima memiliki modal yang luar biasa yakni kebersamaan.  Melalui LBB lahir perubahan kultural perilaku dan kolaborasi. [] Admin/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *