Kota Bogor

Takut Preman, Angkot Modern Belum Operasional

BOGOR-KITA.com – Angkot modern Kota Bogor, yang memiliki fasilitas lengkap seperti pendingin dan wify belum juga beroperasi. Awalnya, masalahnya adalah surat-surat dari samsat.  Setelah itu masalah KIR. Sekarang ini, kedua masalah tersebut sudah tuntas. Tetapi angkot  modern belum juga beroperasi. Apa pasal? Ternyata, masalahnya adalah takut pada preman.

Hal ini diakui oleh Kasi Angkutan Dalam Trayek Dishub Kota Bogor Ari Priyono “Kita sudah ada pertemuan hari Jumat (19/9/2018) lalu dengan DPC Organda dan pihak Kodjari. Pada prinsipnya DPC Organda sudah siap mendukung operasional angkot modern,” kata Ari saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bogor, Senin (22/10/2018).

Tetapi, imbuhnya, memang ada beberapa masalah teknis.  “Memang ada masalah yang belum dimohon oleh pengembang,  Kemudian soal pengurus jalur,” ucapnya tanpa menjelaskan secara spesifik  masalah teknis yang dimaksud.

Baca juga  Gerakan Bogor Ramah ABK Minta Pemkot Membuat Center Pelayanan ABK

Pihak Kodjari dengan tegas mengatakan masalah teknis itu, salah satunya adalah masalah premanisme. Satu lagi adalah kekhawatiran terjadinya gesekan antar badan hukum yang tergabung di TPK (Trans Pakuan Koridor) 4. Transpakuan Koridor (TPK) 4 adalah jalur mulai dari Ciawi, Baranangsiang, Jalan Otto Iskandar Dinata, BTM, Sempur, Pajajaran, Warung Jambu, Pomad, dan Ciparigi.

Menanggapi hal ini Ari Priyono menyatakan Dishub akan mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah teknis tersebut.

“Kita berharap DPC Organda dan pemilik jalur dapat membantu untuk meminimalisir segala aspek yang dikhawatirkan oleh pengembang (Kodjari). Nanti kita bantu pengaturannya dan menempatkan petugas Dishub di beberapa titik yang memang bisa membantu,” imbuhnya. [] Fadil

Baca juga  Ade Sarip: PP 43/2018 Berhadiah Rp200 Juta Pasti Sudah Dirancang Matang
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top