Toto, warga Dusun Bojongkarya II RT.09 RW.02 Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Tak Yakin Anak Gadisnya Gantung Diri, Toto Berharap Polisi Lakukan Pemeriksaan

BOGOR-KITA.com, KARAWANG – Tak yakin anak gadisnya meninggal karena gantung diri, Toto, warga Dusun Bojongkarya II RT.09 RW.02 Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, berharap ada pemeriksaan dari pihak kepolisian.

“Saat ditemukan anak saya tergantung di kain di kusen pintu kamarnya. Aneh, telapak kakinya menyentuh (napak) lantai rumah, dan badannya tersender di tiang kusen pintu kamar,” jelas Toto terbata kepada BOGOR-KITA.com, di Bojongkarya, Jumat (22/11/2019) di kediamannya.

Menurut Toto, kejadian sebelum anaknya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, pada pukul 19.00 WIB, pacar dari korban berkunjung ke rumah, dan sempat bersalaman dengannya.

“Lalu saya pergi untuk memenuhi panggilan memijat. Sekitar pukul 20.30 WIB saya kembali ke rumah dan menemukan anak saya dalam kondisi tak bernyawa tergantung di kusen pintu kamar. Pacar sudah tak ada di rumah,” ungkap Toto.

Sangat ingin rasanya, mengetahui lebih jauh penyebab kematiannya. Toto meyakini langkah anaknya mengakhiri hidup dengan gantung diri sangat mustahil.

“Seandainya memiliki uang yang cukup tentu saya akan meminta anak saya tersebut untuk diautopsi agar jelas apa sebenarnya yang menjadi penyebab meninggal dunia. Dan sampai saat ini saya masih belum yakin kalau anak saya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri,” pungkasnya.

Baca juga  Ridwan Kamil Tandatangani Perubahan APBD  2020

Sebelumnya Kepala UPTD Puskesmas Rengasdengklok, dr. Hj. Cucu yang sempat memeriksa keadaan korban sesaat setelah ditemukan tergantung di kusen pintu kamar.  Hj Cucu mengatakan, dalam pemeriksaan dirinya hanya menemukan memar (jejas) bekas jeratan di leher korban.

“Berdasarkan pemeriksaan luar tidak ditemukan luka yang diakibatkan benturan benda tumpul ataupun yang lainnya selain bekas jerat kain di leher almarhumah. Saya hanya melakukan pemeriksaan luar, tidak melakukan pemeriksaan dalam atau autopsi,” jelasnya kepada BOGOR-KITA.com, Kamis, (21/11/2019) saat ditemui di ruang kerjanya.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rengasdengklok, Kompol Suparno juga telah menegaskan bahwa korban meninggal karena gantung diri.

“Berdasarkan keterangan para saksi, korban mengalami depresi sehingga melakukan gantung diri, dipertegas secara medis, oleh dokter Puskesmas Rengasdengklok,” jelas Kompol Suparno, melalui layanan pesan Whats App kepada BOGOR-KITA.com. [] Iskandar



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *