Palang Merah Indonesia

Tak Sekedar Rumah Sakit, Ini Peran Lain dari PMI

BOGOR-KITA.com – Ketua PMI Kota Bogor Edgar Suratman mengatakan, momen HUT PMI jadi momen yang tepat untuk mensosialisasikan peran PMI, yang selama ini banyak masyarakat yang mengira PMI sama dengan sebuah ‘rumah sakit’. Padahal PMI merupakan sebuah lembaga yang punya fungsi dan peran dalam hal kesehatan yang lebih luas, mulai dari penanggulangan bencana, donor darah hingga pembinaan relawan.

“Kami buat senam bersama supaya masyarakat makin paham. Selain itu sosialisasi juga bentuk pertanggungjawaban, bahwa dana PMI yang diterima tiap tahun, dikembalikan ke masyarakat,”  ujarnya di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Minggu (29/9/2019).

Menyambut Hari Jadi ke-74 Palang Merah Indonesia (PMI), PMI Kota Bogor menyelenggarkana berbagai kegiatan. Seperti diklat Korps Sukarela (KSR), orientasi Kepalangmerahan, Jumpa Gembira antar PMR serta mengadakan senam bareng, donor darah dan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Ia menuturkan, kontribusi PMI Kota Bogor saat terjadi bencana dengan mengirim relawan dan bantuan ke berbagai lokasi bencana seperti Palu, Banten hingga jatuhnya pesawat Lion Air beberapa waktu lalu. Sedangkan kegiatan donor darah di Sempur, ada sekitar 60 pendonor yang sudah berhasil menyumbangkan darahnya.

“Sebetulnya nggak dibatasi, cuma kan ada syarat-syarat kalau mau donor. Tekanan darah nggak boleh tinggi, tidak sedang konsumsi obat, Hemoglobin harus sesuai dan tidur yang cukup. Bisa saja ada 150 orang pendaftar, tapi yang memenuhi syarat 60 orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini Kota Bogor selalu punya stok darah yang mencukupi untuk distribusi ke berbagai RS di Kota Bogor maupun luar Kota Bogor. Dalam waktu satu bulan saja, ada sekitar 3.000 orang se-Bogor Raya yang mendonor darah. Dan kondisi darah yang didonor pun punya masa ‘kadaluarsa’, yakni kurang lebih satu bulan, sehingga harus secara teratur terdistribusi.

“Nggak ada kekurangan stok karena orang Kabupaten Bogor juga donor di kita. Sehingga kita bisa kontribusi ke luar kota sampai 40 persen. Misal ke Sukabumi, Cianjur atau Depok,” imbuhnya.

Edgar menaruh harapan, PMI kedepannya dapat memaksimalkan peran dalam penanggulangan bencana, meningkatkan sarana dan kualitas serta kuantitas SDM. Pasalnya PMI masih kekurangan SDM yang menjadi kendala saat akan melakukan pelayanan. Penambahan armada dan SDM pun akan diupayakan pada alokasi dana hibah yang diberikan Pemerintah Kota Bogor.

“Tiap hari kita ada pelayanan donor darah di luar kantor. Tapi cuma tiga lokasi. Selain itu, tentu masih sulit, harus tambah orang dan sarana. Mudah-mudahan alokasi dana hibah pemkot bisa maksimal perkuat SDM dan sarana,” pungkasnya [] Admin / Humpro Setdakot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *