Tomi Ardiansyah

SK Rektor UBSI tentang Peraturan Ormawa Dianggap Halangi Mahasiswa untuk Maju

BOGOR-KITA.com – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatia (UBSI) Bogor harus maju supaya tidak tertinggal akan perkembangan zaman. UBSI yang terkenal dengan basis informatika dan teknologinya sudah seharusnya bisa menciptakan figur di kalangan mahasiswa dan masyarakat dengan menciptakan suatu start up.

Permasalahan muncul ketika UBSI nampaknya sembrono dalam mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Rektor Tentang Peraturan Organisasi Kemahasiswaan nomor 225/1.02//UBSI/IX/2018. Di dalam SK yang dikeluarkan pada tanggal 14 januari 2019 tersebut di dalam bagian Mengingat poin 4 yang menyatakan bahwa UU Dikti no.26 tahun 2002 tentang pelarangan organisasi eksternal masuk kampus masih berlaku di Universitas BSI.

Hal tersebut merupakan poin SK yang sangat bertentangan dengan Permenristekdikti No.55 tahun 2018 sekaligus menciptakan keresahan pada diri mahasiswa UBSI. Seharusnya dengan terbitnya Permenristekdikti No.55 tahun 2018 UBSI bisa berkolaborasi dengan organisasi-organisasi eksternal guna mewadahi mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri.

Dengan aktif berorganisasi di internal maupun eksternal kampus barangkali menjadi wadah dan jalan bagi mahasiswa UBSI untuk mengembangkan potensi diri mengingat Permenristekdikti No.55 tahun 2018 tentang pembinaan ideologi bangsa telah diluncurkan yang sekaligus menghapuskan UU DIKTI No.26 tahun 2002 tentang pelarangan organisasi ekstra masuk kampus.

Wahyu Chandra salah satu mahasiswa UBSI jurusan Sistem Informasi mengatakan mahasiswa UBSI harus dapat menciptakan start up dengan basis kemampuannya membuat website contohnya seperti membuat website UKM guna menopang perekonomian daerah.

“Peraturan Dikti No.26 tahun 2002 dalam Mengingat SK Ormawa UBSI poin 4 itu sudah tidak relevan. Karena sangat bertentangan dengan Permenristekdikti no.55 tahun 2018, saya harap UBSI dapat merevisi hal tersebut. Bagaimana mahasiswa UBSI akan maju kalau UBSI nya saja tidak dapat meluncurkan SK Ormawa dengan baik, karena organisasi mahasiswa merupakan wadah pengembangan diri,” ujar William mahasiswa semester akhir UBSI Bogor.

“Saya sebagai mahasiswa dan sekaligus generasi muda yang sadar akan peran dan fungsi sudah saatnya menyadarkan yang belum sadar, membangunkan yang masih tidur dan menggerakkan yang masih diam sehingga kita semua dapat berjalan bersama-sama mengembangkan potensi mahasiswa UBSI khususnya, membangun sistem demokrasi kampus serta memajukan perekonomian dan teknologi daerah,” katanya.

Penulis : Tomi Ardiansyah



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *