Kab. Bogor

Protes Warga Soal Pencemaran, Ini Kata Satgas LH Dan Pemilik Peternakan Ayam

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Potes dari warga Kampung Ciputih dan Rancamoyan, RW 4 Desa Sukamulya terkait adanya pencemaran lingkungan dari sebuah peternakan ayam di wilayah tersebut, langsung ditanggapi serius petugas lingkungan hidup dan pemilik peternakan.

Pasca mendampingi pengecekan lokasi kandang peternakan yang dipimpin oleh Selcam Rumpin Asep Achdiat yang didampingi petugas Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan lainnya, Satgas Lingkungan Hidup Budi Harto memgaku akan berkoordinasi dengan DLH.

“Saya tidak bisa memutuskan apapun hari ini, saya fokus terutama soal jarak antara peternakan dan perumahan. Nanti dokumentasi dan hasil pengecekan saya koordinasikan dengan DLH. Layak atau tidaknya, perizinannya dan lainnya,” kata Budi Harto, Senin (23/5/2022).

Baca juga  Ade Yasin Siap Bantu Pemerintah Bangun Bendungan Cijuray dan Cibeet

Sedangkan pemilik peternakan, Kosasih Wirawan mengatakan bahwa peternakan yang dimilikinya secara pribadi itu sudah berjalan sejak tahun 1993. Meski usaha dikelola pribadi bukan jenis perusahaan PT/CV, ia mengatakan ada 27 kandang di lokasi peternakan yang dimilikinya itu.

“Area kandang sudah mundur jauh dari pagar pembatas, sekitar 25 hingga 30 meter. Nanti kami juga akan memasang jaring serta pohon bambu cina berjarak satu meter. Ini sebagai upaya kami,” ucap Kosasih Wirawan.

Sedangkan Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya Bripka Asep Rohmat Mulyana mengaku berterima kasih pada warga yang mulai bersikap dewasa dalam hal menyampaikan pendapat/aspirasi nya.

“Sehingga kondisi kamtibnas di wilayah Desa Sukamulya ini tetap terjaga secara kondusif. Ini tentunya patut di apresiasi karena masyarakat semakin dewasa,” ungkapmya.

Baca juga  Berjuang untuk Merdeka, Apa Sih Artinya?

Meski ada sebagian warga yang protes, tapi di lokasi lain, adapula masyarakat yang terus mendukung adanya usaha peternakan ayam tersebut. Seperti salah satunya diungkapkan Ketua RW 8 Desa Sukamulya Zaenal Abidin atau yang biasa akrab dipanggil Jaro Kumed.

“Iyah tentu kami berharap agar masalah ini dicarikan solusi terbaiknya. Karena ada sekitar 100 orang warga kami yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari peternakan ayam telur tersebut,” tegas Jaro Kumed. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top