Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University Dr Sofyan Sjaf.

Pilkades Serentak Kabupaten Bogor, Dr Sofyan Sjaf Temukan Sejumlah Masalah

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Proses pencoblosan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang digelar Minggu (3/11/2019) di Kabupaten Bogor sudah selesai.

Pemerintah Kabupaten Bogor memberi perhatian serius terhadap pilkades ini. Hal ini ditunjukkan surat Nomor : 141.1/805-DPMD/2019 tanggal 31 Oktober 2019 di mana Bupati Bogor Ade Yasin memerintahkan seluruh pejabat setingkat kepala dinas untuk memantau dan melaporkan jalannya pilkades. 

Bupati Ade Yasin sendiri bersama Kapolres, Dandim dan lainya turut turun ke lapangan melakukan pemantauan.

Sebelumnya Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan persnya juga mengatakan akan bersinergi dengan seluruh kepala desa dan berkolaborasi membangun dan memajukan seluruh desa yang ada di Kabupaten Bogor. 

Seperti apa jalannya pilkades serentak di 273 desa yang tersebar di 39 kecamatan di Kabupaten Bogor?

Dr Sofyan Sjaf dari IPB Bogor bersama tim turut melakukan pamantauan secara independen.

Kepada BOGOR-KITA.com, Minggu (3/11/2019) malam,  Sofyan Sjaf mengatakan, berdasarkan info yang bergerak,  pilkades berjalan lancar, meski dalam hal penyelenggaraannya terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki ke depan.

Dr Sofyan Sjaf merinci sejumlah temuan di lapangan. 1) DPT yang tidak konsisten; 2) money politic; 3) panitia pilkades yang tidak obyektif; 4) ketentuan menjadi balon kades; 5) format berita acara rekapitulasi hanya mencantumkan perolehan suara saja tanpa data pemilih; 6) tingkat partisipasi warga yang tinggi, tidak diantisipasi oleh panitia; 8) kekosongan aturan untuk mengantisipasi kreativitas calon kades menggalang suara (ditemukan ada calon yang menyiapkan doorprize mobil, umroh, dll); dan masih banyak yang lain.

“Insya Allah dalam waktu dekat tim pemantau pilkades akan melakukan konferensi pers,” kata Dr Sofyan Sjaf.

Namun, Dr Sofyan Sjaf tidak memberikan rekomendasi terkait temuan sejumlah masalah tersebut, misalnya apakah perlu ada pilkades ulang di TPS tertentu, atau cukup memberikan catatan tertentu, atau rekomendasi lain.

“Lihat saja nanti di konferensi pers,” kata Dr Sofyan Sjaf. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *