Kota Bogor

Perumda PPJ Pastikan Pasar Tradisional Tetap Buka

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Di tengah maraknya wabah Covid-19 atau virus corona di Kota Bogor ada isu bahwa pasar tradisional ditutup. Hal itu membuat Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) membuat video klarifikasi dan mengajak masyarakat tetap berbelanja di pasar tradisional dengan tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta sering mencuci tangan.

Dalam unggahan video PPJ, terlihat Kasubag Humas PPJ Riyadul Muslim memberikan klarifikasi bahwa pasar-pasar tidak tutup, dijelaskan langkah-langkah konkret Perumda PPJ meminimalisir penyebaran Covid-19 di areal pasar di bawah naungan PPJ. Tidak hanya itu, PPJ juga bekerjasama dengan Perumda Tirta Pakuan untuk menyediakan tempat cuci tangan yang bersih, bantuan diberikan wastafel dan toren air di setiap pintu pasar.

Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir mengatakan, dirinya meminta bantuan informasi kepada awak media, agar menyampaikan kepada masyarakat pasar tetap buka, karena info semua pasar ditutup itu hoax.

“Kami tetap buka karena bentuk pelayanan tapi beberapa hal kami batasi, misal tidak boleh penumpukan pembeli, jaga jarak penjual dengan pembeli minimal satu meter, masuk pasar wajib cuci tangan di wastafel atau hand sanitizer dan pedagang flu batuk kami kasih masker. Nah pembeli yang suhu diatas 37,5 derajat celcius tidak boleh masuk pasar,” ucap Muzakkir kepada wartawan pada Senin (23/3/2020).

Muzakkir menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk pencegahan covid-19 di pasar dan kantor PPJ. Sehingga sudah diterapkan adanya hand sanitizer setiap pintu pasar, menyemprot desinfektan dua kali sehari tiap pasar dan kantor, membagikan masker kepada pedagang yang kurang sehat, edukasi pencegahan covid-19 melalui spanduk dan banner setiap pasar.

Baca juga  Atase Perdagangan Jajaki Produk Kota Bogor untuk Dipasarkan di Belanda

“Selain itu, edukasi juga menggunakan pengeras suara langkah-langkah pencegahan covid19. Menyiapkan wastafel portable di pintu masuk pasar,” katanya.

Sementara itu Direktur Umum (Dirum) Perumda PPJ, Jenal Abidin menuturkan, dalam rangka pencegahan Covid-19, pihaknya memberlakukan sistem shifting jam kerja pegawai di kantor pusat dan unit pasar. Selain pembatasan jam kerja, PPJ juga memeberikan suplemen juga APD berupa vitamin C, masker dan sarung tanga.

“Kami menghimbau kepada semua pegawai untuk tetap menjaga kesehatan, kurangi interaksi, dan jaga jarak. Masker, sarung tangan harus dipakai saat tugas. Kami batasi jam kerja masuk pukul 09.00 Wib dan pulang pukul 15.00 Wib. Kami juga berikan kelonggaran untuk satu hari masuk, sehari kami Work From Home (WFH),” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 13 = 19

Terpopuler

To Top