Kota Bogor

Pemkot Bogor – Seameo Biotrop Resmi Jalin Kerja Sama

BOGOR-KITA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama dengan Seameo Biotrop melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Senin (12/02/2018). Penandatanganan dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Direktur Utama Seameo Biotrop Irdika Mansur.

Dari penandatanganan ini sedikitnya ada empat ruang lingkup kesepakatan bersama. Sebut saja pelaksanaan program Bogor sebagai School Garden City untuk perbaikan gizi, literasi dan kewirausahaan sekolah. Pembinaan peserta didik di tingkat SD dan SMP dalam penyusunan karya ilmiah. Pengembangan teknologi tepat guna berbasis biologi tropika untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya pengembangan pertanian perkotaan.

“Selain tiga hal itu, kami akan mengimplementasikan teknologi penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografis dalam perencanaan dan monitoring pembangunan kota, pengembangan sektor pertanian, pemetaan kerawanan pangan dan obyek pajak,” ujar Irdika.

Ia mengatakan, sebelum adanya penandatanganan ini kegiatan dengan masyarakat Kota Bogor sudah banyak dilakukan sekalipun masih bersifat informal. Seperti kegiatan dengan Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Bogor Timur, Karang Taruna, menjadi tempat Magang anak sekolah dan diresmikannya Taman Belajar Masyarakat yang sudah banyak dimanfaatkan.

Baca juga  Hari Pertama, Pemkot Bogor Gelar Halal Bihalal

“Kami ingin lebih dari itu. Ingin Kota Bogor menjadi kota termaju se-Indonesia apalagi cakupan Seameo sampai ke Asia Tenggara. Semoga ini awal kerja sama yang baik,” tuturnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kerja sama ini sangat diperlukan Pemkot Bogor terutama terkait pengindraan jarak jauh untuk memastikan potensi tanah dan ekonomi di Kota Bogor. Selama ini semua laporan yang ada belum update berapa lahan terbuka hijau dan cadangan air tanah.

“Ini perlu untuk penyusunan RTRW dan saya ingin kita bisa fokus pada isu-isu yang sedang dikerjakan,” imbuhnya.

Tak hanya, penandatanganan kesepakatan dengan Seameo Biotrop pada kesempatan yang sama turut dilakukan penyerahan 20 bidang sertifikat tanah milik Pemerintah Kota Bogor dari Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor. Di 2018 ini juga akan ada 15 bidang tanah yang telah dianggarkan untuk disertifikatkan. (fla/hari-SZ)

Baca juga  Muzakkir: Eksekusi Pasar TU Tunggu Putusan Kasasi Mahkamah Agung

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama dengan Seameo Biotrop melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Senin (12/02/2018). Penandatanganan dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Direktur Utama Seameo Biotrop Irdika Mansur.

Dari penandatanganan ini sedikitnya ada empat ruang lingkup kesepakatan bersama. Sebut saja pelaksanaan program Bogor sebagai School Garden City untuk perbaikan gizi, literasi dan kewirausahaan sekolah. Pembinaan peserta didik di tingkat SD dan SMP dalam penyusunan karya ilmiah. Pengembangan teknologi tepat guna berbasis biologi tropika untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya pengembangan pertanian perkotaan.

“Selain tiga hal itu, kami akan mengimplementasikan teknologi penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografis dalam perencanaan dan monitoring pembangunan kota, pengembangan sektor pertanian, pemetaan kerawanan pangan dan obyek pajak,” ujar Irdika.

Ia mengatakan, sebelum adanya penandatanganan ini kegiatan dengan masyarakat Kota Bogor sudah banyak dilakukan sekalipun masih bersifat informal. Seperti kegiatan dengan Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Bogor Timur, Karang Taruna, menjadi tempat Magang anak sekolah dan diresmikannya Taman Belajar Masyarakat yang sudah banyak dimanfaatkan.

Baca juga  FMP 2024 Resmi Dibuka, Bakal Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 200 Meter

“Kami ingin lebih dari itu. Ingin Kota Bogor menjadi kota termaju se-Indonesia apalagi cakupan Seameo sampai ke Asia Tenggara. Semoga ini awal kerja sama yang baik,” tuturnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kerja sama ini sangat diperlukan Pemkot Bogor terutama terkait pengindraan jarak jauh untuk memastikan potensi tanah dan ekonomi di Kota Bogor. Selama ini semua laporan yang ada belum update berapa lahan terbuka hijau dan cadangan air tanah.

“Ini perlu untuk penyusunan RTRW dan saya ingin kita bisa fokus pada isu-isu yang sedang dikerjakan,” imbuhnya.

Tak hanya, penandatanganan kesepakatan dengan Seameo Biotrop pada kesempatan yang sama turut dilakukan penyerahan 20 bidang sertifikat tanah milik Pemerintah Kota Bogor dari Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor. Di 2018 ini juga akan ada 15 bidang tanah yang telah dianggarkan untuk disertifikatkan. []Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top