Wakil Wali Kota Bogor Dedi A Rachim bersama anggota DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani resmikan wifi gratis di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Pemkot Bogor Pasang Wifi Gratis Serentak di 50 Titik

BOGOR-KITA.com, BOGOR РPemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan pemasangan wifi publik gratis sebanyak 900 titik di 797 RW se-kota Bogor untuk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun untuk tahap awal sebanyak 50 titik wifi gratis dipasang serentak  di wilayah Kota Bogor.

Pemasangan wifi publik guna menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) para siswa ini, diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim didampingi anggota DPRD Kota Bogor Devie P. Sultani, Camat Bogor Barat Juniarti Estiningsih serta Lurah Margajaya Yudi Maryudi Somiki.

“Hari ini kita baru memasang 50 titik wifi publik dari total rencana pemasangan 900 titik di 797 RW se-Kota Bogor. Kita berharap dengan dilaunchingnya wifi publik untuk pelaksanaan PJJ ini, anak anak atau para siswa yang selama ini mempunyai kesulitan mengakses internet bisa terbantu terutama orang tua meraka yang kesulitan dari sisi pembelian kuota,” ucap Dedie usai meresmikan pemasangan wifi gratis di Majelis Talim Arrohmah RT 02 RW 05, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Senin (21/9/2020).

Baca juga  Jadi Episentrum Alasan Uji Coba Vaksin Covid-19 Digelar di Kota Bogor

Dalam kesempatan itu, Dedie mengatakan, selain memberikan kemudahan akses, wifi publik ini juga diharapkan bisa bermanfaat untuk kegiatan belajar secara kolektif atau terbatas namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kedepan yang harus kita perbaiki konten daring-nya. Jangan sampai daring ini membebani siswa karena bagaimana pun juga kondisinya darurat dan harus menyesuaikan, jangan seolah olah satu mata pelajaran yang berat membuat mereka semakin terbebani karena belajar di sekolah maupun di rumah lingkungannya berbeda,” ungkapnya.

Terkait wilayah RW zona merah, pemanfaatan wifi publik ini dilakukan secara ketat atau pembatasan saat proses belajar siswa. Artinya, sambung Dedie, untuk wilayah zona merah para siswa yang akan menggunakan wifi publik ini dibatasi hanya 10 orang, berbeda dengan wilayah RW zona putih atau hijau sebanyak 30 orang.

Dedi menjelaskan, wifi publik yang disediakan oleh pemerintah ini akan berlangsung selama empat bulan yaitu  sampai akhir Desember dengan total kuota 50 GB per bulan yang bisa dipergunakan dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB.

Baca juga  Penghasilan Sopir Angkot Anjlok, Bantuan Pemprov Jabar Harus Tepat Sasaran

“Kita melihat dan kita bahas TAPD dengan DPRD bahwa diperkirakan di tahun 2021 itu masih dalam kondisi pandemi. Oleh karenanya,kemarin kan prioritasnya dalam bidang kesehatan, kemudian dampak sosial, dampak ekonomi dan sekarang sektor pendidikan. Ke depan Insyaallah sektor pendidikan masuk dalam prioritas penanganan pandemi covid-19,” tegasnya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Bogor dari komisi 4 Devie Prihartini Sultani (DPS) mengapresiasi langkah upaya Pemkot Bogor dalam menangani dampak pandemi khususnya di bidang pendidikan.

Ia menegaskan, komisi 4 DPRD Kota Bogor akan terus mendukung semua program pemerintah terutama peruntukannya langsung bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bogor.

“Ini pembuktian bahwa Pemkot Bogor hadir di tengah masyarakat di masa pandemi ini. Saya berharap dengan adanya wifi publik ini para siswa bisa memanfaatkan dengan baik khususnya untuk belajar secara daring,” ujarnya.

Devie juga mengingatkan kepada seluruh warga terutama para siswa untuk tetap memperhatikan dan menjaga protokol kesehatan dalam menjalankan pembelajaran maupun berkumpul di suatu tempat.

Baca juga  Direktur BI Prediksi Kota Bogor Bisa Kalahkan Kota Bandung Dalam Destinasi Wisata

“Protokol kesehatan harus tetap dijaga seperti memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan karena kita tidak tahu akan sampai kapan pandemi ini berakhir,” ujarnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *