Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi program KUR di Hotel Pajajaran Suites, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (17/12/2018).

Pemanfaatan KUR UMK Masih Rendah

BOGOR-KITA.com – Masih sedikitnya Usaha Mikro Kecil (UMK) Kota Bogor yang memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) membuat Bagian Administrasi Perekonomian (Adekon) Setda Kota Bogor menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi program KUR di Hotel Pajajaran Suites, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (17/12/2018).

Rakor yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat ini turut menghadirkan Kepala Bidang Perbankan Kementerian Koordinator Perekonomian, Eni Widiyanto, perwakilan Bank-bank yang menjadi rujukan KUR dan dinas terkait.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian (Adekon) Setda Kota Bogor, Tri Irijanto mengatakan, rakor ini tujuan utamanya meningkatkan kepesertaan UMK yang membutuhkan modal pinjaman dengan meminjam melalui KUR. Hal ini karena dari 23 ribu UMK yang ada di Kota Bogor baru 6 ribu lebih yang memanfaatkan KUR. Sementara sisanya masih banyak UMK yang meminjam ke Bank dengan memakai jaminan. Padahal jika memanfaatkan program KUR ke Bank yang menjadi rujukan (BNI, BRI, Mandiri, Jamkrindo dan lainnya) tidak perlu ada jaminan.

“KUR ini hanya bisa untuk Usaha Mikro Kecil, kalau Menengah tidak bisa. Untuk Usaha Mikro bisa pinjam sampai Rp 25 juta kalau Usaha Kecil bisa pinjam sampai Rp 200 juta dengan bunga kecil 7 persen,” ujarnya.

Tri mengakui, masih sedikitnya UMK yang memakai KUR selain kurangnya sosialisasi juga karena sulitnya UMK dalam memenuhi persyaratan dari bank, terutama syarat membuat proposal.

Tak ayal, kedepan pihaknya meminta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor untuk membantu UMK dalam membuat proposal pengajuan KUR.

“Harapan kami di 2019 seluruh UMK Kota Bogor bisa sinergi dengan bank sehingga dapat mengembangkan usaha lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, pada rakor ini selain untuk monitoring dan evaluasi juga mensinergikan program KUR baik dari pihak UMK, bank dan Pemerintah sebagai pembina demi mendapatkan manfaat yang lebih baik.

“Pembiayaan atau modal merupakan bagian yang sangat penting bagi UMK selain juga dari pelatihan SDM, pelatihan dalam kemasan produk dan juga pemasarannya,” pungkasnya. []Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *