Kab. Bogor

Pandemi, Wisatawan Timur Tengah Sepi, Vila di Kampung Sampay Cisarua Bidik Wisatawan Lokal

Salah satu vila di Kampung Sampay, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor.

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terdapat sebuah kampung bernama Kampung Sampay.

Kampung yang berada tak jauh dari Kantor Desa Tugu Utara ini tidak seperti perkampungan biasanya, karena mayoritas rumah-rumah berfungsi sebagai vila.

Bahkan, 90 persen rumah di kampung itu berfungsi vila, dari mulai vila sederhana hingga vila mewah

Jadi, tidak heran jika di kampung tersebut lebih banyak berfungsi vila ketimbang rumah penduduk.

Vila-vila tersebut pada perjalanannya menjadi tempat singgah para wisatawan dari Timur Tengah jika mereka sedang berkunjung ke kawasan Puncak.

Sehingga, saat musim turis Timur Tengah sedang ramai, Kampung Sampay ini layaknya sebuah perkampungan di Negeri Timur Tengah. Komunikasi antar warga seperti berubah menjadi bahasa khas Timur tengah.

Baca juga  Dapat Bantuan APBN Rp16 Miliar, Tirta Pakuan Tambah Produksi Air Untuk Zona 5 dan 6

“Ini Kampung Sampay RT 02 RW 03,di sini memang mayoritas vila-vila yang biasanya diperuntukan bagi wisatawan Timur Tengah,” ujar Hj. Heni salah seorang pemilik vila di kampung tersebut

Para pemilik vila, kata dia, tak lain adalah sanak saudara yang memang memanfaatkan lahan warisan orangtua yang dijadikan sumber usaha yaitu vila.

“Satu keluarga ada yang punya tiga hingga empat vila, memang jadi layaknya kampung, tapi vila semua,” ucapnya

Hanya saja, sejak pandemi melanda negeri ini, bisnis vila bagi wisatawan Timur Tengah benar-benar sepi.

“Sampai hari ini, dari sekitar satu tahun lalu, belum ada lagi wisatawan dari Timur Tengah masuk ke kampung Sampay ini,” bebernya

Baca juga  3.335 Kendaraan Diputar Balik karena Langgar Ganjil Genap Kota Bogor

Untuk menutupi biaya operasional vila, terpaksa membidik pasar lokal.

“Sekarang kalau ada tamu lokal kita sewakan, sebelumnya tidak pernah, ini karena tidak ada tamu asing lagi,” ungkapnya

Kelebihan tamu Arab, mereka bisa singgah di vila berhari-hari, bahkan satu bulan penuh dengan tarif Rp1 juta per malam.

“Paling sebentar seminggu para wisatawan Arab ini nginap,” terangnya

Sementara, wisatawan lokal hanya menempati vila tersebut hanya satu dua hari dengan tarif sewa lebih murah.

“Kalau wisatawan lokal sebentaran dan murah, berbeda dengan wisatawan Timur Tengah yang bisa berlama-lama dan harga lumayan tinggi,” pungkasnya

Terpisah, Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi membenarkan bisnis penyewaan vila di desanya sepi sejak pandemi satu tahun lalu. Padahal, ada ribuan warga Desa Tugu Utara bergantung hidup pada vila-vila tersebut.

Baca juga  Ridwan Kamil Jadi Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas se-Indonesia

“Banyak warga saya sumber ekonominya dari sewa-sewa vila,” ujar Asep Ma’mun

Ia berharap, kebijakan pemerintah di Timur Tengah dan Pemerintah Indonesia sudah bisa melonggarkan kunjungan wisatawan mancanegara. Dengan begitu, perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Desa Tugu Utara bisa kembali membaik. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top