Kab. Bogor

OPINI: Taman Bacaan Dilarang Terlalu Banyak Berharap

TBM LENTERA PUSTAKA

Oleh: Syarifudin Yunus,

(Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka)

BOGOR-KITA.com, TAMANSARI – Saat telepon tidak diangkat, kecewa. Saat WA tidak dijawab, marah. Saat janjian, datangnya terlambat atau tidak jadi pun kesal. Berharap dapat bekerja dengan baik, ternyata biasa-biasa saja. Berharap dikasih ternyata tidak. Akibat tidak sesuai harapan, akhirnya kecewa. Apakah kamu seperti itu? Bila iya, itu terjadi karena kamu terlalu banyak berharap pada manusia.

Terlalu banyak berharap. Over expectation.

Biasanya jadi sebab seseorang dirundung rasa kecewa. Terlalu meletakkan harapan kepada seseorang. Sayangnya, hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Memang sih, menggantungkan harapan memang hal yang wajar. Tapi bila terlalu berharap, maka risikonya jadi mengecewakan. Karena segala yang diinginkan tidak sesuai dengan harapan.

Boleh jadi, salah satu kesalahan terbesar manusia dalam hidup. Adalah terlalu banyak berharap pada manusia lainnya. Sementara manusia itu sendiri tidak dapat memberikan kepastian. Selain ikhtiar dan doa. Berharap diberi pekerjaan, berharap dibeli, dan berharap yang lainnya. Tapi akhirnya, harapan berbeda dengan kenyataan. Sungguh, harapan itu adalah akar dari rasa kecewa, duka, dan sakit hati.

Baca juga  Terima Penghargaan dari Kementerian Perdagangan, Pemkab Bogor Terus Tingkatkan Kualitas Pasar

Belajar dari realitas itulah, taman bacaan dan pegiat literasi di manapun “dilarang” terlalu banyak berharap. Taman bacaan berharap dibantu masyarakat sekitar ternyata tidak. Taman bacaan berharap mendapat donasi buku ternyata tidak dikirim-kirim. Pegiat literasi yang berharap mendapat bantuan dana ternyata tidak ada sama sekali. Maka, taman bacaan dan pegiat literasi jangan terlalu banyak berharap. Semestinya, taman bacaan hanya fokus pada ikhtiar untuk berbuat kebaikan. Untuk terus berjuang menegakkan tradisi baca dan budaya masyarakat. Apapun kondisinya. Untuk tidak mudah menyerah dalam ber-literasi sambil mengurangi harapan kepada orang lain. Ketahuilah, pegiat literasi di manapun adalah Pahlawan bagi taman bacaannya sendiri. Tidak perlu banyak berharap pada orang lain bila akhirnya di-PHP.

Harus disadari, manusia adalah bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Maka tidak ada kepastian apapun yang diusahakan manusia. Selain niat, ikhtiar, dan doa. Sementara kepastian hanya hak prerogratif Allah SWT. Manusia hanya bergantung kepada Allah SWT. Jangan terlalu banyak berharap kepada manusia. Bila tidak ingin kecewa. Dan ketahuilah, apapun kondisinya, Allah SWT pasti akan memberikan apapun yang manusia butuhkan, tapi bukan yang diinginkan.

Baca juga  Lakalantas di Bocimi, Dua Motor Ringsek

Jangan terlalu banyak berharap. Don’t expect too much dalam hal apapun. Biasa-biasa saja dan kerjakan terus yang baik. Berjuang terus untuk menebar manfaat baik kepada orang lain seperti aktivitas literasi di taman bacaan. Tetap ikhtiar di jalan kebaikan, apapun kondisinya. Karena sekali lagi, tidak ada perbuatan baik di mana pun yang sia-sia. Semuanya akan kembali kepada yang melakukannya.

Siapapun orangnya, hanya diperintah untuk perbaiki niat baik dan ikhtiar sebaik-baiknya lalu berdoa yang baik pula. Selebihnya, biarkan Allah SWT yang bekerja untuk manusia. Hanya Allah SWT yang berwewenang menentukan hasilnya. Karena itu pasti baik dan pantas untuk manusianya. Berusaha keras memang wajib, tapi harapan secukupnya saja. Jangan over expectation dalam hal apapun.

Baca juga  OPINI: Taman Bacaan adalah Sebuah Panggilan

Tiap manusia memang punya potensi dan kelebihan. Tapi di saat yang sama, tiap manusia juga punya salah dan kelemahan. Jadi, untuk apa terlalu banyak berharap kepada orang lain? Bila jadi sebab emosi, kecewa, dan marah. Tetaplah kerjakan yang baik dan berpikir positif. Tanpa perlu menggantungkan harapan kepada siapapun. Begitulah spirit pegiat literasi di taman bacaan.

Ketahuilah, “Waidza azamta fatawakkal alallah, innallaha yuhibbul mutawakkiliin”. Ketika punya keinginan yang kuat, maka pasrahkanlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berserah diri. Itu berarti, siapapun dan di manapun, jangan terlalu banyak berharap. Karena hanya Allah SWT, sebaik-baik tempat berharap.

Siapapun tidak ada yang tahu. Apa yang akan terjadi esok? Maka, don’t expect too much. Salam literasi. []

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top