Angkot modern.

Dishub kembali Tunda Pengoperasian Angkot Modern

BOGOR-KITA.com – Pasca terjadinya aksi demo penolakan angkot modern yang dilakukan oleh puluhan sopir angkot 01 jurusan Ciawi – Baranangsiang dan angkot 09 jurusan Sukasari – Warung Jambu selama dua hari berturut – turut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akhirnya mengabulkan aspirasi para sopir.

Sesuai dengan keinginan para sopir angkot konvensional, angkot yang dilengkapi AC dan wifi milik badan hukum Kodjari, kini kembali diberhentikan sementara oleh Dishub Kota Bogor untuk tidak beroperasi di Trans Pakuan Koridor (TPK) 4.

“Besok dikarenakan kita akan mengadakan kembali rapat dengan badan – badan hukum yang beberapa waktu lalu sudah berkomitmen bahwa TKP 4 ini bisa jalan bersama yang artinya siapa yang siap silakan jalan dan yang belum siap jangan mengganggu. Jadi besok kita pending dulu, tetapi hanya satu hari sedangkan hari selanjutnya akan kembali berjalan,” ucap Kabid Angkutan Dishub Kota Bogor, Jimmy Hutapea usai mediasi dengan para sopir angkot, Selasa (13/11/18).

Jimmy mengatakan, program di TPK 4 ini harus terus dijalankan meskipun ada pro dan kontra. Terkait antisipasi maupun pencegahan agar tidak kembali adanya demo seperti yang sudah terjadi, Jimmy mengaku, tidak memiliki upaya untuk mencegah hal – hal tersebut.

Bahkan, Jimmy menilai, bahwa aksi yang dilakukan para sopir terkait keluhan dan aspirasinya tidak relevansinya dengan konversi 3:2, karena saat mediasi ada beberapa sopir atau pemilik angkot yang menyampaikan mereka keberatan untuk melakukan konversi 3:1.

“Saya sudah katakan bahwa konversi 3:1 itu ditunda. Sekarang jika mereka yang seharusnya konversi 3:1 komplain¬† menurut saya tidak relevan dengan jalannya konversi 3:2, karena konversi 3:1 ini akan diusahakan berjalan jika Pemkot sudah mengalokasikan anggaran subsidi yang memang satu paket ketika konversi 3:1 akan ada subsidi,” ungkapnya.

Jimmy menambahkan, jika memang para sopir angkot akan kembali berdemo untuk menolak kehadiran angkot modern yang nanti akan kembali berjalan, silakan saja selama aksinya tidak anarkis.

Mereka juga, lanjutnya, punya hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, memang sulit mencegah mereka untuk tidak melakukan aksi kembali, karena kepentingan pemerintah dan para sopir itu berbeda. Bahkan penolakan pun berangkat dari beberapa hal yang menurutnya tidak relevan dengan beroperasinya Angkot Modern ini.

“Contoh, dengan beroperasinya angkot modern dapat menurunkan pendapatan para sopir secara drastis. Padahal, selama dua hari saja 7 unit Angkot Modern yang beroperasi hanya mengangkut 7 orang penumpang. Jadi bagaimana mungkin bisa seperti itu. Kemudian, mereka khawatir akan kehilangan pekerjaan dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan para sopir angkot sekaligus koordinator aksi, Dudung membenarkan, bahwa telah dilakukan kesepakatan antara para sopir dan Dishub Kota Bogor untuk memberhentikan sementara angkot modern sampai ada kesepakatan lainnya dengan badan – badan hukum yang ada terutama badan hukum Kodjari selaku pemilik angkot modern.

“Ya hasilnya seperti itu, jadi kami akan menunggu saja perkembangan di lapangan nanti,” ungkapnnya.

Namun demikian, Dudung pun menegaskan, jika ada hal – hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat, kemungkinan para sopir pun akan kembali beraksi.

“Terkait disposisi dengan dewan DPRD, nanti akan difasilitasi oleh dinas. Tapi belum ada kepastian kapan akan duduk bersama dewannya,” pungkasnya. [] Fadil



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *