Nasional

Lawalata IPB Eksplorasi Kawasan Karst Gunung Halimun

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Lawalata IPB University kembali melakukan eksplorasi biodiversitas. Eksplorasi kali ini dilakukan di  kawasan karst di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya di wilayah Gunung Bongkok. Tidak tanggung-tanggung, eksplorasi tersebut dilakukan selama 10 hari yaitu mulai 26 September sampai 6 Oktober 2020.

Dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Senin (19/10/2020) disebutkan, eksplorasi dilakukan dengan dilandasi adanya informasi bahwa masyarakat setempat menemukan lubang yang diduga mulut gua dan belum ada penelitian yang dilakukan di sana.

Eksplorasi yang dilakukan oleh tim Lawalata IPB University adalah dalam rangka untuk menganalisis serta mendokumentasikan potensi kawasan karst yang berada di sekitar kawasan TNGHS.

Dr Arzyana Sunkar, dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan mengatakan kawasan karst merupakan bentukan alam yang khas.

Kawasan tersebut terbentuk akibat proses hidrologi dan berfungsi sebagai pensuplai kandungan air. Kawasan karst juga memiliki nilai hidrologi, biologi, geologi, mineralogi, klimatologi, nilai budaya, nilai sosial ekonomi dan juga rekreasi.

Baca juga  Rizal Fahreza, Petani Muda Sukses

“Oleh karena itu, sangat penting menjaga kawasan karst dalam rangka pengelolaan konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati,” katanya dalam seminar hasil eksplorasi gua, Sabtu (17/10/2020).

Kepala Balai TNGHS, Ahmad Munawir mengaku potensi kawasan karst di TNGHS masih belum banyak dieksplorasi.

Hal tersebut merupakan peluang bagi pecinta alam atau peneliti untuk melakukan penelitian tentang kawasan karst di wilayah TNGHS.

Kegiatan eksplorasi kali ini meliputi invetarisasi dan pendataan lokasi mulut gua, melakukan penelusuran dan pemetaan gua, serta melakukan inventarisasi biota gua yang ditemukan.

Selama eksplorasi, tim Lawalata IPB University berhasil memetakan lima gua dan menemukan 57 titik persebaran gua. Titik persebaran gua tersebut tersebar di empat desa yang berbeda.

Tidak hanya itu, di dalam gua tim Lawalata juga berhasil mendokumentasikan foto-foto ornamen gua seperti stalaktit dan stalakmit. Tim Lawalata juga berhasil mendokumentasikan biota gua seperti jangkrik, kelalawar, dan kalacemeti. Harapannya hasil dari eksplorasi ini dapat bermanfaat bagi pengelolaan kawasan karst yang berkelanjutan. [] Admin

Baca juga  11 Juni: Tertular Baru Turun Tipis, 979 Orang, Jatim-Sulsel Terbanyak
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

72 + = 75

Terpopuler

To Top