Kab. Bogor

Launching Samisade, Camat Parung: Gunakan Secara Tepat dan Libatkan Masyarakat

samisade

BOGOR-KITA.com, PARUNG – Camat Parung Yudi Santosa berpesan, agar pemerintah desa dan Tim Pelaksana Kegiatan Program Samisade, dapat bekerja sesuai aturan, dengan penggunaan anggaran secara tepat sekaligus melibatkan peran serta masyarakat.

Hal ini disampaikan Yudi Santosa saat menghadiri launching program Samisade di Desa Parung dan Desa Bojong Indah. Camat berpesan, program Samisade harus benar – bear dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat, sesuai arahan Bupati Bogor Hj. Ade Yasin.

“Ini program unggulan dari Pemkab Bogor yang bertujuan untuk adanya kesinambungan dan kemajuan dari pembangunan desa. Maka harus dikerjakan secara baik, benar, tepat dan bermanfaat,” tegas Yudi Santosa, Rabu (15/9/2021).

Ia mengungkapkan, kualitas dari pembangunan program Samisade harus maksimal serta harus mampu memberdayakan masyarakat sekitar yang terdampak pandemi sebagai tenaga kerja.

Baca juga  Samisade, Desa Ciseeng Selesai Bangun Jalan Mulus dan TPT, Bantu Usaha Ternak Ikan

“Giat launching ini adalah bentuk tanggungjawab dan transparansi kepada masyarakat. Pelaksanaan Samisade harus maksimal dalam kualitasnya serta optimal dalam pemberdayaan masyarakat melalui padat karya tunai desa,” tegas Yudi.

Dalam launching Samisade Desa Bojong Indah, Camat Parung Yudi Santosa tampak didampingi oleh Kasi Ekbang Nining, Kepala Desa (Kades) Bojong Indah Samino, Babinsa Serda Denris Saragih, Bhabinkamtibmas Aiptu Sapto Dewo, LPM dan BPD serta tokoh masyarakat.

Kepala Desa Bojong Indah, Samino menjelaskan, dana Samisade yang diterima senilai satu milIar rupiah tersebut, akan dialokasikan untuk pembangunan jalan penghubung antara Desa Bojong Indah dan Desa Warujaya.

“Jalan ini adalah hibah dari warga masyarakat. Nantinya jalan ini akan terhubung ke lokasi wisata Gunung Kapur dan Desa Waru Jaya,” ucap Samino.

Baca juga  Warga Buka Jalan di Kampung Pangkalan Pojok, Cijeruk Gunakan Dana Samisade

Sementara Ketua TPK Samisade, Ahmad Furqon menjelaskan, jalan lintas desa yang dibangun memiliki volume panjang 600 meter dan lebar 3 meter. Jalan akan dibangun dengan konstruksi betonisasi.

“Pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh warga dengan sistem PKTD yang melibatkan sekitar 30 tenaga kerja biasa dan tenaga ahli,” pungkasnya. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top