Sekda Kota Bogor saat hadir dalam rapat KPRI

KPRI Beriman Gelar RAT, Bahas LPJ hingga Program Kerja 2020

BOGOR-KITA.com, Bogor – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Beriman Kota Bogor menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2020 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota, Jalan Ir. Juanda, Bogor Tengah, Kamis (23/1/2020).

Dalam RAT yang dihadiri ratusan anggota KPRI ini membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan program kerja 2020 hingga diskusi pergantian kepengurusan yang digelar setiap lima tahun sekali.

Ketua KPRI Beriman Kota Bogor Edgar Suratman mengatakan, salah satu program kerjanya yakni ekspansi dengan menambah usaha. Sebelumnya  KPRI hanya mengandalkan fotocopy dan payment point, saat ini KPRI sudah menyediakan layanan rental mobil, rental sarana prasarana dan menjual kebutuhan sembako.

“KPRI yang sudah berdiri sejak tahun 90-an terbukti membantu peran fungsi Pemkot dalam menyejahterakan ASN dan pensiunan. Kami pun perlu ada penguatan seperti dana hibah dari Pemkot Bogor,” ujar Edgar.

Ia melanjutkan, pihaknya pun meminta kebijakan dari Dewan Penasehat yakni Wali Kota Bogor dan Sekretaris Daerah Kota Bogor untuk memberi arahan bagi  koperasi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak aktif  untuk anggotanya bisa masuk ke KPRI.

“Anggota kami baru 908. Kalau bisa nambah anggota KPRI bisa menambah permodalan dan anggota pun bisa mendapatkan pinjaman,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, Modal KPRI di 2019 mencapai Rp 11 miliar. Modal tersebut didapat dari simpanan pokok, simpanan sukarela dan lainnya sebesar Rp 5,6 Miliar sementara Rp 5,4 Miliar sisanya dari hasil usaha pengurus melakukan pinjaman bank.

“Alhamdulillah 2019 kami dapat Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp 617 juta. SHU kami bagi 25 persen untuk cadangan, 45 persen untuk dana anggota, 10 persen dana pengurus, 5 persen dana kesejahteraan pegawai, 2,5 persen dana pembangunan daerah kerja, 2,5 persen dana sosial, 5 persen dana pendidikan, dan 5 persen dana pengawas,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, RAT ini merupakan bentuk tanggung jawab pengurus atas semua transaksi untuk kemudian disampaikan secara transparansi agar semua anggota bisa mengetahui.

Ia pun mengaku senang, KPRI menjadi koperasi terbaik ke-3 tingkat Kota Bogor dan mampu menghasilkan SHU yang cukup baik. Ia pun mempertimbangkan permintaan KPRI kaitan dengan hibah.

“Koperasi beriman sangat layak mendapatkan hibah dan untuk koperasi yang tidak sehat saya setuju untuk merekomendasikan mereka masuk KPRI beriman,” pungkasnya. [] Admin / Prokompim 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *