Kota Bogor Tak Ketinggalan dalam Acara Nusantara Mengaji

Kota Bogor Tak Ketinggalan dalam Acara Nusantara Mengaji

BOGOR-KITA.com – Majelis Tahfidz dan Khataman Al-Quran (Matan) akan melaksanakan 200 khataman Al-Quran di Kota Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tanggal 7-8 Mei 2016 dengan target 300.000 khataman Al-quran dengan gerakan yang diberi nama “Nusantara Mengaji”. Untuk wilayah Kota Bogor akan dilaksanakan di Masjid Raya dan tempat-tempat lainnya, pada pukul 19.00 WIB sampai selesai dengan gerakan, “Maghrib dan Isya Anak Bogor Mengaji”.

Ketua panitia pelaksana, Jatirin mengatakan, sendi sendi kehidupan kebangsaan, kenegaraan dan kemasyarakatan masih mengalami berbagai macam ujian dan cobaan yang tidak ringan. Nusantara mengaji ini adalah upaya kita bermunajat meminta pertolongan kepada Allah agar bangsa ini dijauhkan dari segala bala dan cobaan serta diberi kekuatan untuk mampu mengatasi seberat apapun persoalan yang dihadapi Indonesia.

“Kita akan bergabung dengan para hafidz qur’an, kyai, santri serta pecinta al-qur’an untuk bersama sama membaca dan mengkhatamkan 200 kali al-qur’an melalui gerakan nusantara mengaji di tingkat nasional, dan gerakan maghrib-isya anak bogor mengaji,” katanya usai kegiatan rapat di sekretariat Masjid Raya, Selasa (3/5/2016).

Jatirin menjelaskan, maksud dan tujuan nusantara mengaji adalah gerakan mengajak masyarakat masyarakat menerapkan nilai nilai al-qur’an dalam kehidupan sehari hari. “Kami mencoba mengajak masyarakat untuk mendekatkan al-qur’an kepada masyarakat, sekaligus mendekatkan masyarakat kepada al-qur’an. Gerakan ini demi kemajuan dan kemaslahatan bangsa, dan di Kota Bogor akan dibuat tradisi tahunan dengan melibatkan seluruh unsur, ormas islam dan gerakan islam lainnya,” jelasnya.

Ketua FKDT Kota Bogor, Ahmad Fathoni mengungkapkan, dukungan penuh diberikan berbagai unsur elemen, diantaranya ormas islam dan OKP keagamaan, seperti, Matan, NU, DMI, FKDT, PPIB, Masjid Agung, BKPRMI, GP Ansor, IPNU, BKMM, IPPNU. Untuk di Kota Bogor akan dilaksanakan di 16 titik lokasi, diantaranya di madrasah, majelis taklim, pondok pesantren dan masjid masjid.

“Kegiatan ini merupakan tradisi mengaji yang saat ini sudah mulai hilang dan tidak digerakan oleh masyarakat. Dengan gerakan kegiatan mengaji ini, diharapkan muncul dan meningkatnya kesadaran orang mempelajari al-quran. Kami berharap seluruh masyarakat Kota Bogor mendukung penuh gerak mengaji ini, harapnya. [] Rafi



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *