Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan, Dr. Hendro Sasongko, Ak.,M.M.,CA.

Kerja Sama dengan IKEA, Tindakan Nyata Pengembangan UKM Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Kalau disebut sebagai era kebangkitan produk UKM, saya kira bisa multi tafsir, karena seolah-olah baru saat ini ada  upaya mengembangkan UKM Kabupaten Bogor. Padahal sebenarnya program pengembangan UKM di Kabupaten Bogor sudah berjalan lama.

Hal ini dikemukakan Dekan Fakultas  Ekonomi Universitas Pakuan Dr Hendro Sasongko kepada BOGOR-KKTA.com, di Bogor, Jumat (22/11/2019), menanggapi kerja sama yang dijalin Pemkab Bogor dengan IKEA Sentul City.

“Tapi kalau dikatakan sebagai salah satu tindakan nyata pengembangan UKM, saya setuju. Karena pada hakekatnya, pembangunan UKM merupakan proses berkelanjutan. Tidak bisa dibuktikan melalui suatu event,” kata Dr Hendro.

Kerja sama Pemkab Bogor dengan IKAE diawali pertemuan IKEA dengan Pemkab Bogor di Kantor Bupati Bogor pada tanggal 15 Nopember 2019.

“Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Bogor akan menandatangani  Memorandum of Understanding (MoU) dengan IKEA Sentul City,” kata Arman saat meninjau stand UKM Kabupaten Bogor di acara Rebo Keliling (Boling) Di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (20/11/2019).

Menurut Arman Jaya, para pelaku UMKM Kabupaten Bogor akan diberi ruang seluas 200 meter di IKEA Sentul City untuk memasarkan produknya.

“Namanya Teras Indonesia UMKM Kabupaten Bogor. Para pelaku UKM Kabupaten Bogor bisa memasarkan produk kerajinan dan merchandise lain di sana. Dan kami pastikan ruangan itu gratis,” kata Arman.

IKEA Sentul City sendiri menurut informasi yang diperoleh Arman dibuka tanggal 28 Nopember 2019.

Terkait pengembangan UMK Kabupaten Bogor, Dr Hendro mengatakan, dalam tahun ini saja sudah ada beberapa event yang dilakukan Pemkab Bogor yang perlu diapresiasi, seperti adanya misi dagang yang menyertakan pengusaha UKM ke Rusia, kemitraan dengan lembaga keuangan, pengusaha ritel dan lembaga pendidikan dalam linkage pengembangan UKM, serta program program pendampingan lainnya.

“Tapi sekali lagi, penyebutan era harus dibuktikan melalui proses berkelanjutan. Harus didukung oleh data, khususnya data yang terkait dengan kontribusi sektor UKM terhadap PDRB, terhadap pertumbuhan ekonomi dan tentunya terhadap penyerapan tenaga kerja,” tutup Dr Hendro. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *