Ade Yasin, Bupati Bogor 2018-2023.

Kebun Raya Cibinong

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Bupati Bogor 2018-2023)

BOGOR-KITA.com – Eksploitasi sumber daya alam yang sangat berlebihan (over exploitation) adalah masalah besar keanekaragaman hayati saat ini. Konsekuensi yang harus dibayar maka menurunnya kualitas lingkungan hidup. Terdegradasinya berbagai jenis ekosistem. Menipisnya cadangan sumber daya alam. Juga mengancam kepunahan berbagai jenis flora, fauna dan mahluk hidup lainnya.

Tak hanya itu saja. Laju kepunahan mahluk hidup sudah mencapai tahapan yang sangat mengkhawatirkan. Perkembangan penduduk yang tidak terkontrol. Dan minimnya apresiasi masyarakat terhadap pentingnya flora dan fauna bagi kelangsungan hidupnya, maka kita mengalami kesulitan besar untuk menjamin terlaksananya pembangunan berkelanjutan.

Saat ini, sejumlah jenis tanaman mulai sulit ditemukan di habitat aslinya. Sebut saja kayu meranti, kruwing, ulin, hingga jenis bunga anggrek bulan Jawa. Belum lagi jenis buah-buahan.  Maka konservasi seperti yang diterapkan di Kebun Raya Bogor menjadi satu-satunya pilihan mempertahankan keanekaragaman hayati bangsa ini.

Hingga Februari 2018, Indonesia telah memiliki 37 kebun raya. Diantara jumlah tersebut, sebanyak 30 kebun raya dikelola pemerintah. Lalu 5 kebun raya dimiliki Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sedangkan 2 kebun raya dipegang universitas.

Saya juga sebagai Bupati Bogor menginginkan adanya kebun raya di wilayah Kabupaten Bogor.  Keinginan ini sebenarnya tidaklah sulit untuk diwujudkan. Sebab sejak 17 tahun lalu atau sejak 2002, kita memiliki Cibinong Science Center (CSC) LIPI di area seluas 189 hektare.

Area ini memang dirancang untuk menjadi wahana konservasi aneka ragam tumbuhan. Sama seperti Kebun Raya Bogor (KRB) yang kini sudah banyak dipadati pepohonan. Bedanya, Kebun Raya Cibinong ini akan lebih luas. Memakai sekitar 60 hektare dari total areal yang dimiliki. Kerjasama antara Pemkab Bogor dengan LIPI terkait pembangunan Kebun Raya Cibinong ini sudah saya ditandatangani pada Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai anggaran, akan memakai skema APBD dan APBN. Kini pembangunannya masuk tahap infrastruktur dengan adanya bantuan dari PUPR Pusat. Nantinya akan dibangun jalur lingkar. Ini adalah awal dari keseriusan proyek ini. Pembangunan jalur tersebut diprediksi selesai pada 2020.

Meski berusia lebih muda, saya berharap Kebun Raya Cibinong ini mampu melengkapi keanekaragaman hayati yang tidak dimiliki Kebun Raya Bogor dan kebun raya lainnya di Indonesia. Sebab Kebun Raya Cibinong ini sangat potensial untuk dijadikan tempat pariwisata, selain tentunya sebagai tempat konservasi, penelitian dan pendidikan.

Saya juga sudah meminta kepada LIPI agar  BUMD Pariwisata yang dimiliki Pemkab Bogor diberi kesempatan sebagai operator pariwisatanya. Sementara LIPI lebih kepada penelitian, pendidikan dan konservasi. Mudah-mudahan ini bisa sejalan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban.

Karena adanya Kebun Raya ini tentu akan menggerakan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Keberadaan Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya ’Eka Karya’ Bali selain menyerap tenaga kerja, juga menggerakan industri pariwisata dan pertanian (hortikultura) di sekitarnya. Sebagai daerah obyek wisata, kebun raya juga merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang akan mendorong pembangunan berkelanjutan. (*)



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *